Pages

Kamis, 28 Juni 2012

RPP Alkana, Alkena, Alkuna


I.              Standar Kompetensi
Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul.
II.           Kompetensi Dasar
Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa.
III.        Indikator
1.        Mengelompokkan  senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan 
2.        Memberi nama senyawa alkana, alkena dan alkuna.
IV.        Tujuan Pembelajaran
Aspek Kognitif
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat:
1.        Mengelompokkan  senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan 
2.        Memberi nama senyawa alkana, alkena dan alkuna.
Aspek Afektif
1.             Kerjasama
2.             Disiplin
3.             Aktifitas
4.             Kejujuran
5.             Etika









V.        Materi Pembelajaran
Klasifikasi hidrokarbon yang merupakan senyawa yang hanya tersusun oleh karbon dan hidrogen. Sedangkan senyawa karbon lainnya dapat dipandang sebagai turunan dari hidrokarbon. Hidrokarbon masih dapat dibagi menjadi dua kelompok utama: hidrokarbon alifatik, termasuk di dalamnya adalah yang berantai lurus, yang berantai cabang, dan rantai melingkar, dan kelompok kedua, hidrokarbon aromatik yang mengandung cincin atom karbon yang sangat stabil. Hidrokarbon alifatik masih dapat dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kelipatan ikatan karbon-karbon; hidrokarbon jenuh yang mengandung ikatan tunggal karbon-karbon; dan hidrokarbon tak jenuh yang mengandung paling sedikit satu ikatan rangkap dua karbon-karbon atau ikatan rangkap tiga.
Alkana
Hidrokarbon jenuh yang paling sederhana merupakan suatu deret senyawa yang memenuhi rumus umum CnH2n+2 yang dinamakan alkana atau parafin. Suku perfama sampai dengan 10 senyawa alkana dapat anda peroleh dengan mensubstitusikan harga n dan tertulis dalam tabel berikut.
Suku pertama sampai dengan 10 senyawa alkana
Suku ke
n
rumus molekul
nama
titik didih
(°C/1 atm)
massa 1 mol dalam g
1
1
CH4
metana
-161
16
2
2
C2H6
etana
-89
30
3
3
C3H8
propana
-44
44
4
4
C4H10
butana
-0.5
58
5
5
C5H12
pentana
36
72
6
6
C6H14
heksana
68
86
7
7
C7H16
heptana
98
100
8
8
C8H18
oktana
125
114
9
9
C9H20
nonana
151
128
10
10
C10H22
dekana
174
142

Selisih antara suku satu dan suku berikutnya selalu sama, yaitu -CH2 atau 14 satuan massa atom, sehingga seperti suatu deret dan disebut deret homolog (deret sepancaran). Ternyata banyak senyawa-senyawa karbon yang merupakan deret seperti alkana seperti yang akan kita pelajari nanti. Bagaimana kita dapat memberi nama pada suku-suku alkana, untuk itu perhatikan nama setiap suku itu dan nama umum. Umpamanya, metana dan alkana apanya y yang sama? Akhiran -ana, jadi alk- diganti dengan met- untuk suku pertama, suku kedua dengan et-, suku ketiga dengan prop-, suku keempat dengan but-, mulai suku kelima dan seterusnya diberi awalan angka-angka Latin; pent- untuk 5, heks- untuk 6, hept- untuk 7, okt- untuk 8, non- untuk 9, dan dek- untuk 10. Hasil penamaan sudah dapat anda lihat pada tabel di atas. Anda harus betul-betul menguasai nama-nama dari kesepuluh alkana yang sederhana ini karena akan merupakan dasar bagi penamaan senyawa-senyawa karbon lainnya.
Dalam kimia karbon adalah panting bagi kita untuk dapat menuliskan rumus molekul dan rumus struktur. Rumus molekul menyatakan banyaknya atom setiap unsur yang ada dalam suatu molekul. Sedangkan rumus struktur menggambarkan bagaimana atom-atom itu terikat satu sama lain. Karena atom karbon merupakan tulang punggung dari semua senyawa karbon, maka kita harus mampu menggambarkan rangka karbon dalam suatu molekul senyawa karbon. Setiap atom karbon dikelilingi secara tetrahedral oleh atom-atom terikat dalam gambaran tiga dimensi, tetapi biasanya molekul-molekul senyawa karbon cukup digambarkan dengan gambaran dua dimensi saja.
Nama
Formula (rumus)
Formula struktural
metana
CH4
H
|
H - C - H
|
H
etana
C2H6
HH
||
H - C - C - H
||
HH
propana
C3H8
HHH
|||
H - C - C - C - H
|||
HHH
butana
C4H10
HHHH
||||
H - C - C - C - C - H
||||
HHHH

    
Sifat alkana sebenarnya berhubungan dengan rantai struktural molekulnya. Bila rantai karbon panjang atau bercabang, maka setelah anda buat rangka atom karbonnya tinggal membubuhkan atom-atom hidrogen pada ikatan atom karbon yang masih kosong.
Alkena
Alkena tergolong hidrokarbon tidak jenuh yang mengandung satu ikatan rangkap dua antara dua atom C yang berurutan. Jadi rumus umumnya mempunyai 2 atom H lebih sedikit dari alkana karena itu rumus umumnya menjadi CnH2n+2-2H = CnH2n. Kekurangan jumlah atom H pada alkena dibandingkan dengan jumlah atom H pada alkana dapat dijelaskan sebagai berikut. Perhatikan untuk n = 2, pada alkana adalah C2H6 sedang pada alkena adalah C2H4, bagaimana dapat digambarkan rumus strukturnya? Perhatikan contoh berikut!

      H
H                                      HH
||                                           ||
H - C - C - H berubah menjadi H - C = C - H
||
      H
H
Kedua atom H di bawah harus dibebaskan supaya elektron-elektron atom C yang tadinya dipakai untuk membentuk ikatan kovalen dengan atom H dapat dialihkan untuk membentuk ikatan kovalen dengan sesama atom karbon. Alkena mengandung satu ikatan rangkap dua antara dua atom C, maka suku pertama alkena harus mengandung dua atom C. Jadi n = 2, dan beberapa suku lain dapat Anda lihat pada tabel berikut ini.
Lima suku pertama alkena
Suku ke
N
rumus struktur
nama
1
2
3
4
5
2
3
4
5
6
CH2=CH2
CH2=CH-CH3
CH2=CH-CH2-CH3
CH2=CH-CH2-CH2-CH3
CH2 = CH -CH2 -CH2 -CH2 -CH3
etena
propena
1-butena
1-pentena
1-heksena
Nama alkena berbeda dengan alkana hanya pada bagian belakang, jadi bagian yang menunjuk pada jumlah tidak berubah. Bagaimana memberi nama alkena yang bercabang? Secara garis, besar tidak berbeda dengan cara memberi nama alkana yang bercabang, tetapi pada penentuan rantai induk yang terpanjang harus rantai yang mengandung ikatan rangkap. Jadi ikatan rangkapnya diutamakan dengan nomor terkecil. Sebagai contoh lihatlah rumus struktur berikut ini.
 H     H       H     H
||||
1C= C2 - C3 - C4 - H      3-metil-1-butena (bukan 2-metil-3-butena)
|||
HCH3H
Pada alkana tidak ada bagian dari rumus strukturnya yang mempunyai ciri khas, sebaliknya pada alkena ada bagian dari rumus strukturnya yang mengandung satu ikatan rangkap dua. Bagian ini (-C=C-) disebut gugus fungsional. Suku alkena yang banya dikenal adalah etena (etilena) dan propena (propilena) yang merupakan bahan dasar untuk membuat plastik polietena (politena) dan polipropilen.
Alkuna
Alkuna merupakan deret senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang dalam tiap molekulnya mengandung satu ikatan rangkap 3 diantara dua atom C yang berurutan. Untuk membentuk ikatan rangkap 3 atau 3 ikatan kovalen diperlukan 6 elektron, sehingga tinggal satu elektron pada tiap-tiap atom C tersisa untuk mengikat atom H. Jumlah atom H, yang dapat diikat berkurang dua, maka rumus umumnya menjadi CnH2n+2 - 4H = CnH2n-2
Seperti halnya alkena, alkuna juga mempunyai suku pertama dengan harga n = 2, sehingga rumus molekulnya C2H2, sedang rumus strukturnya H–C=C-H. Senyawa alkuna tersebut mempunyai nama etuna atau dengan nama lazim asetilena. Asetilena merupakan suatu gas yang dihasilkan dari reaksi karbon dengan air dan banyak digunakan oleh tukang las untuk menyambung besi.
CaC2(s)+ 2 H20 (l) → C2H2 (g) + Ca(OH)2 (aq)
karbida                       asetilena

Tata nama alkuna sama dengan alkana atau alkena, bagian pertama menunjuk pada jumlah sedang bagian kedua adalah akhiran -una, tetapi suku pertamanya juga mempunyai n = 2 seperti alkena. Etuna merupakan suku alkuna satu-satunya yang dapat dibuat. Suku-suku alkuna lain sering diberi nama atau dianggap sebagai turunan etuna. Jadi propuna disebut metil asetilena.
Seperti pada alkana, suku-suku rendah pada alkena dan alkuna pun hanya mempunyai satu rumus struktur, tetapi pada suku ketiga (jangan lupa harga n-nya 4) dapat kita tuliskan lebih dari satu rumus struktur yaitu ,
pada alkena
1-butena

CH2=CH-CH2-CH3
2-butena

CH3-CH=CH-CH3
2-metil-1-propena
CH2=C-CH3
|
CH3
pada alkuna
CH3C-CH2-CH3

1-butuna
CH3-CC-CH3
2-butuna
Jadi peristiwa isomeri terjadi pula pada alkena dan alkuna, bahkan penyebabnya dua. Kalau pada alkana hanya pada rantainya berbeda (disebut isomeri rantai), pada alkena dan alkuna dapat pula disebabkan ikatan rangkapnya berpindah tempat (disebut isomeri posisi) karena itu letak ikatan rangkap pada suku-suku alkena dan alkuna yang lebih tinggi selalu diberi nomor seperti terlihat di atas.
VI.        Sumber/Alat Bantu
1)        Sumber       :
§   Buku Kimia untuk SMA/MA kelas X karangan Nana Sutresna penerbit Grafindo Media Pratama tahun 2008.
§   Buku Kimia untuk SMA kelas X semestrer II karangan Michael Purba penerbit Erlangga tahun 2006.
2)        Alat Bantu  : Molymod

VII.     Metode/Pendekatan
1          Pendekatan : Konsep
2          Metode       : Diskusi dan Tanya jawab


VIII.  Langkah-langkah Kegiatan
Kegiatan
Langkah-Langkah
Alokasi Waktu
Awal
1.      Tadarus, mencek kehadiran siswa, mengkondisikan agar siswa siap belajar.
2.      Menuliskan materi pokok dan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari (pada papan tulis atau media lainnya) tentang hidrokarbon (alkana, alkena dan alkuna)
3.      Mencek prasyarat pengetahuan tentang kekhasan atom karbon.
4.      Motivasi : Hidrokarbon merupakan senyawa yang sederhana yang terdiri dari atom karbon dan hidrogen tetapi merupakan suatu kelompok yang besar.
10 menit








Inti
1.      Tahap eksplorasi
-          Siswa menyimak penjelasan mengenai penggunaan atom hidrokarbon dengan menggunakan molymod
-          Siswa menyimak tata cara pemberian nama senyawa alkana, alkena dan alkuna
-          Siswa mendiskusikan Jenis ikatan dan rumus molekul pada senyawa alkana, alkena dan alkuna.
2.      Tahap Elaborasi
-          Siswa mengerjakan latihan soal  memberi nama senyawa alkana, alkena dan alkuna yang diberikan guru
3.       Konfirmasi
-          Guru menyimpukan tentang  senyawa alkana, alkena dan alkuna.
25 menit








25 menit



10 menit
Akhir
-          Siswa menyimpulkan tentang senyawa alkana, alkena dan alkuna.
-          Siswa mengerjakan kuis yang diberikan guru diberikan oleh guru.

    20 menit


Tugas Mandiri Terstruktur
Mencari dari berbagai sumber mengenai tata nama senyawa alkana, alkena dan alkuna.
IX     Penilaian
1.    Prosedur penilaian
1.1     Penilaian Kognitif
Jenis                : Tes Tulis
Bentuk                        : Uraian
1.2     Penilaian Afektif
Bentuk                        : Lembar pengamatan sikap siswa
2.    Instrumen Penilaian
Penilaian kognitif
Soal Uraian
1.    Tentukan homolog berikut apakah termasuk alkana, alkena atau alkuna
a.              C4H10                      c. C3H6
b.             C6H10                      d. C5H12
2.        Perhatikan senyawa berikut!
a.         C4H10              b.  C4H8            c. C4H6
Berdasarkan senyawa diatas, tentukan
a.         Nama senyawa tersebut
b.         Rumus struktur
3.        Berilah nama stuktur berikut
a.                                                  CH3
   CH3-CH2-C-CH3
                               CH3
       
                    CH3
b         CH3=CH-CH-C-CH2
                       CH3 CH3
4.        Gambarkan srtuktur molekul senyawa senyawa berikut
a.         2-butena
b.         3-metil-1-butuna
Jawaban
1.        Alkana C4H10       dan C5H12  ;    alkena C3H6  ;   alkuna C6H10  (skor 5)
2.        C4H10    = butana  ; .  C4H8  = butena ;   C4H6  = butuna
Rumus stuktur C4H10
CH3─CH2─CH2─CH3
Rumus stuktur C4H8
CH2=CH─CH2─CH3
Rumus stuktur C4H6
       CH≡C─CH2─ CH3        (skor 15)
3.        a.      2,2-dimetilbutana
b.             3,4,4-trimetil-1-pentena   (skor 15)
4.        a.       CH2 ─CH=CH2─CH3     (skor 15)
b.             CH≡C─CH─CH3
                  CH3

Skor Total = 5/5 x 10 = 100
Penilaian afektif
Kelompok
Disiplin
Aktifitas
Kerjasama
Kejujuran
Etika
Rata-rata










Skala penilaian dibuat dengan rentangan dari 1 – 5
Penafsiran angka : 1 = sangat kurang, 2 = kurang, 3 = cukup, 4 = baik, 5 = amat baik


Bandung,   Oktober 2010
Guru pamong,                                                                         Praktikan,       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda membantu memperbaiki kualitas blog ini.
thanks