Pages

Senin, 14 Mei 2012

Makalah Gelombang dalam Kimia



BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang Masalah
Dengan observasi yang dilakukan mengenai gelombang-gelombang dan penerapannya, melalui sumber-sumber yang penulis dapatkan di buku ataupun sumber lainnya. Dan untuk menguraikan permasalahan tersebut lebih detail lagi, penulis mencoba membuat makalah yang isinya membahas tentang “Remaja, Pemuda dan Permasalahannya”.

1.2              Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah diungkapkan diatas, penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut.
1.      Apa Pengertian dari Tekanan?
2.      Apa Pengertian dari kelarutan?
3.      Apa Pengaruh Tekanan Terhadap Kelarutan?
4.      Apa Saja Aplikasi Dari Tekanan Terhadap Kelarutan?

1.3              Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas dan hasil penelitian, penulis mempunyai beberapa tujuan yang ingin dicapai. Adapun tujuannya sebagai berikut.
1)                  Dapat menjelaskan pengertian tekanan.
2)                  Dapat menjelaskan pengertian kelarutan.
3)                  Dapat menjelaskan pengaruh tekanan terhadap kelarutan.
4)                  Dapat menjelaskan applikasi tekanan terhadap kelarutan.

1.4              Manfaat Penelitian
Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut.
1)        Manfaat Umum
            Makalah hasil penelitian dapat menunjang materi pembelajaran dan dapat dijadikan bahan baku referensi pelajaran.
2)       Manfaat Khusus
            Penelitian dapat menambah wawasan dan pengetahuan peneliti serta dapat melatih peneliti untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan lebih telaten dalam mencari dan mengumpulkan sumber dan informasi selama melakukan penelitian.

3)      Manfaat untuk peneliti yang akan datang
            Makalah hasil penelitian sebelumnya dapat dijadikan bahan referensi sumber untuk pembuatan makalah selanjutnya dan dapat memberi gambaran dalam penelitian yang akan dilakukannya.

1.5              Metode Penelitian
1.5.1        Subjek Penelitian
            Subjek Penelitian adalah kajian tentang pengaruh tekanan terhadap kelarutan, yang pengambilan datanya diambil dari berbagai buku yang berisi tentang pengaruh tekanan terhadap kelarutan dan pengaplikasiannya dan dari berbagai sumber lainnya.
1.5.2        Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.
1)                 Menentukan sumber-sumber yang akan dijadikan referensi pembuatan makalah.
2)                 Mengidentifikasi tekanan yang berpengaruh terhadap kelarutan.
3)                 Menyusun semua informasi yang telah diperoleh untuk menjawab rumusan masalah yang telah dibuat.


BAB II
PENGARUH TEKANAN
TERHADAP KELARUTAN

2.1       Pengertian Tekanan
Tekanan merupakan salah satu sifat gas yang segera dapat diukur. Besaran tekanan, yang didefinisikan sebagai gaya normal (tegak lurus) yang bekerja pada suatu bidang dibagi dengan luas bidang tersebut. Secara matematisnya dirumuskan sebagai berikut : P =
Sedangkan satuan SI untuk tekanan adalah pascal (disingkat Pa) untuk memberi penghargaan kepada Blaise Pascal, penemu hukum Pascal.

Ø    Tekanan atmosfer
Atom-atom dan molekul molekul-molekul gas dalam atmosfer, seperti halnya material lainnya mengalami gaya tarik gravitasi bumi yang mengakibatkan kerapatan atmosfer didaerah dekat permukaan bumi lebih besar dibandingkan dengan daerah yang memiliki ketinggian jauh diatas permukaan bumi. Tekanan atmosfer adalah tekanan yang diberikan oleh atmosfer bumi, tekanan atmosfer standar sendiri yaitu 1 atm. atau tepatnya sama dengan tekanan yang menopang kolom merkuri setinggi 760 mm pada permukaan laut dan suhu 273 Kelvin.

2.2       Pengertian Kelarutan
            Apabila suatu zat (elektrolit) dilarutkan dalam air, maka zat tersebut akan terdisosiasi menjadi ion-ionnya. Didalam larutannya, ion-ion tersebut dapat bertumbukan kembali membentuk padatan. Kondisi laju disosiasi elektrolit embentuk ion-ionnya sama dengan sama dengan laju kembali penggabungan ion-ion tersebut menjadi padatan disebut kesetimbangan dinamis. Pada kesetimbangan ini jika konsentrasi ion-ion pada larutan tidak berubah lagi maka larutan demikian dikatakan larutan jenuh. Konsentrasi zat yang larut disebut Kelarutan (mol/L) atau dengan kata lain Kelarutan adalah jumlah maksimum suatu zat yang dapat larut didalam suatu pelarut.     

2.3       Pengaruh Tekanan Terhadap kelarutan
Perubahan tekanan berpengaruh sedikit saja pada kelarutan, jika zat terlarut itu cairan atau padatan. Tetapi, dalam pembentukan larutan jenuh suatu gas dalam suatu cairan, tekanan gas berperan penting dalam menentukan berapa banyak gas itu melarut. Masaa suatu gas yang melarut dalam jumlah tertentu cairan berbanding lurus dengan tekanan yang dilakukan oleh gas itu, yang beraada dalam kesetimbangan dengan larutan itu. ini adalah Hukum Henry, yang diungkapkan oleh William Henry (1774-1836). Hukum Henry tidak berlaku untuk gas-gas yang beraksi dengan pelarut, misalnya asam klorida atau amoniak dalam air. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut:  p = kH . c
di mana p adalah tekanan parsial dari zat terlarut dalam gas atas larutan, c adalah konsentrasi zat terlarut dan k H adalah konstanta dengan dimensi tekanan dibagi dengan konsentrasi. Konstanta, yang dikenal sebagai hukum Henry konstan , tergantung pada zat terlarut, pelarut dan suhu.

2.4       Applikasi Tekanan Terhadap Kelarutan
Hukum henry membantu memahami bagaimana konsentrasi asam karbonat, H2CO3, dan ion bikarbonat, HCO3-, dijaga dalam darah. Banyaknya H2CO3 yang melarut bergantung pada tekanan CO2 gas pada sistem. Jika tekanan CO2 bertambah, katakan sebagai akibat metabolisme sel, maka lebih banyak gas CO2 melarut ke dalam darah untuk menghasilkan H2CO3. Jika karena suatu sebab, banyaknya H2CO3 berkurang, maka CO2, dari cadangan besar dalam paru-paru akan melarut ke dalam darah untuk memulihkan persendian.
Hukum  Henry dapat dipahami secara kualitatif ditinjau dari segi teori kinetik molekul. Banyaknya gas yang akan terlarut dalam pelarut bergantung pada seberapa sering molekul–molekul dalam fase gas bertumpukan denga permukaan cairan dan terjebak oleh fase cairan.
Pada setiap saat, jumlah molekul gas yang memasuki larutan sama dengan jumlah molekul terlarut yang bergerak memasuki gas. Bila tekanan parsial dinaikkan, semakin banyak molekul yang larut dalam cairan karena semakin banyak molekul yang menabrak cairan. Proses ini terus berlanjut sampai konsentrasi larutan kembali sedemikian rupa sehingga jumlah molekul yang meninggalkan larutan per detik sama dengan jjumlah molekul yang memasuki larutan.
Aplikasi ssederhana dalam kehudupan sehari-hari dari hukum Henry ialah pembuihan minuman berkabonasi bila tutup botol di buka. Sebelum botol di tutup, botol di beri tekanan berupa campuran udara dan CO2 yang di jenuhkan dengan uap air. Karena tingginya tekanan parsial CO2 di dalam campuran gas penekan, jumlah CO2  yang terlarut dalam minuman berkarbonasi beberapa kali lebih tinggi di bandingkan yang terlarut pada kondisi atmosfer normal. Bila tutup di buka, gas yang tertekan akan terlepas, pada akhirnya tekanan dalam botol menurun mencapai tekanan atmosfer, dan banyaknya CO2 yang tersisa dalam minuman hanya di tentukan oleh tekanan parsial atmosfer normal dari CO2 yaitu 0,0003 atm. Kelebihan CO2 yang terlarut akan keluar dari larutan, menyebabkan pembuihan. Sebagian besar gas mematuhi hukum Henry, tetapi ada beberapa pengecualian penting. Misalnya, jika gas yang teralrut bereaksi dengan air, dapat dihasilkan kelarutan yang lebih tinggi.
Aplikasi yang lebih kompleks dari pengaruh tekanan terhadap kelarutan (hukum Henry) yaitu dalam Dekompresi dan Penyakit Dekompresi dari penyelam. Penyakit Dekompresi atau dalam bahasa inggris kita sebut sebagai Decompression Sickness adalah suatu keadaan yang paling harus dihindari oleh setiap diver.  Secara sederhana dekompresi didefinisikan sebagai suatu keadaan medis dimana akumulasi nitrogen yang terlarut setelah menyelam membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta system syaraf. Akibat dari kondisi tersebut maka timbul gejala yang mirip sekali dengan stroke, dimana akan timbul gejala-gejala seperti mati rasa (numbness), paralysis (kelumpuhan), bahkan kehilangan kesadaran yang bisa menyebabkan meninggal dunia. Teori yang mendasarinya adalah Hukum Henry. Teori lainnya yang mendukung teori dekompresi adalah HUKUM BOYLE, yang menyebutkan bahwa semakin tinggi tekanan udara, maka kepadatan molekul udara akan semakin padat pada volume yang sama. Contoh, jika dipermukaan air kita ada sebuah balon yang berukuran 1 Liter berisi satu juta molekul gas, maka pada kedalaman 30 meter, 1 Liter balon gas tersebut akan akan berisi 4 juta molekul gas. Hal ini berarti bahwa semakin dalam  menyelam maka semakin banyak menghirup molekul gas ketimbang saat tidak menyelam. Pada saat menyelam penyelam biasanya menggunakan tabung yang beisi oksigen dan nitrogen walaupun ada tiga macam tabung gas yaitu campuran antara nitrogen-oksigen, helium-oksigen dan campuran ketiganya. Saat menyelam, terjadinya peningkatan tekanan, maka udara yang dihirup lebih banyak dari biasanya. Seperti  yang telah diketahui bahwa udara yang dihirup saat menyelam adalah mayoritas Oksigen dan Nitrogen. Peningkatan oksigen yang dihirup akan berdampak positif bagi metabolisme tubuh, namun gas nitrogen tidak digunakan oleh tubuh. Maka  akibatnya,  gas Nitrogen akan terakumulasi didalam tubuh penyelam proporsi dengan durasi menyelam dan kedalaman penyelaman.
Dengan kata lain, semakin dalam menyelam atau  semakin lama menyelam, maka akumulasi nitrogen didalam tubuh penyelam akan semakin banyak. Akumulasi nitrogen yang semakin banyak dalam tubuh akan dinetralisir oleh tubuh dalam waktu yang relatif singkat melalui proses respirasi. Sepanjang penyelaman tidak terlalu dalam dan lama, serta naik secara perlahan. Akan tetapi lain halnya apabila penyelam  naik dengan cepat dari kedalaman tertentu ke permukaan air. Hal ini akan sama kondisinya dengan botol cola yang  dikocok lalu dibuka tutupnya. Nitrogen yang sudah ter-akumulasi didalam cairan tubuh penyelam akan dilepas dalam bentuk gelembung udara (buih) akibat dari penurunan tekanan secara drastis.

Buih-buih inilah yang akan menyumbat aliran darah
maupun sistem syaraf tubuh manusia.
Akibatnya bisa sangat fatal, mirip dengan stroke.
Gejala-gejala Dekompresi biasanya timbul sesaat
Gambar.Akumulasi Buih N2
setelah menyelam atau tertunda sampai maksimal 48 jam.
Gejala-gejala dekompresi ini dibagi menjadi 2 jenis,
yaitu type pain only yang relatif lebih ringan, dan Dekompresi type 2 ini gejalanya bisa lebih serius. Penyakit dekompresi sendiri dapat dicegah dengan cara yang relatif mudah yaitu dengan mentaati peraturan menyelam, menggunakan alat-alat yang baik dan tepat, serta menyelam pada batasan-batasan tertentu dan naik kepermukaan secara perlahan-lahan. Akan tetapi jika telah terjadi dekompresi biasa maka tahap pertama adalah memberikan oksigen murni (100 %) kepada penyelam yang menunjukan gejala dekompresisehabis menyelam, kemudian hubungi Rumah Sakit yang memiliki fasilitas Hyperbarik (Recompression Chamber). Segera evakuasi korban ke fasilitas hyperbarik terdekat.
Gejala-gejala Dekompresi tidak akan membaik sampai si korban mendapatkan terapi hiperbarik.
 

  


Gambar.Ruang Dekompresi












BAB III
PENUTUP


            Dari pembahasan mengenai Gelombang, penulis menyimpulkan kesimpulan sebagai berikut.

















DAFTAR PUSTAKA

Raymond Chang, “Kimia Dasar konsep-konsep inti, jilid 2”, Erlangga, Jakarta.
James E. Brady  ” Kimia Universitas asas dan struktur, jilid 1”, Binarupa Aksara,
Jakarta. Drs. Hiskia Achmad, “Kimia Larutan”, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, 1992.
Drs. Hiskia Achmad, “Kimia Unsur dan Radio Kimia”, PT. Citra Aditya Bakti,
Bandung, 1992. Tim Eramedia, “Kamus Pintar Kimia”, Era Media publisher, Bandung, 2008.
C.W Keenan dan D.C. Kleinfelter “Kimia Untuk Universitas jilid 1” Erlangga Jakarta 1998 
Tyraa12’s Blog.com (18 Maret 2011)

Kamis, 08 Maret 2012

Laporan Kegiatan KKM (Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa)


LAPORAN KEGIATAN KKM (KULIAH KERJA NYATA MAHASISWA)
MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN KIMIA
UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG

A.     PENDAHULUAN
Kuliah kerjanyata mahasiswa adalah kegiatan akademik intrakurikuler program S1 yang wajib diikuti oleh mahasiswa sebagai salah satu syarat penyelesaian studi, melalui program terpadu Tri Darma Perguruan Tinggi di masyarakat secara nyata, sehingga diharapkan mahasiswa memiliki kompetensi dalam hal pengkajian, perumusan, pemecahan suatu masalah agama, kemasyarakatan dan pembangunan yang diselenggarakan oleh pemerintah sesuai dengan tingkatannya.
Dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan, sehingga mahasiswa memiliki kemampuan mengkaji, merumuskan dan memecahkan sebuah permasalahan berbasis kompetensi, profesional, pragmatis dan interdisipliner di bidang agama dan kemasyarakatan, selain itu juga membantu program pemerintah dalam bidang keagamaan dan kemasyarakatan serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat guna, juga mengintegrasikan peran serta civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan masyarakat.
Dengan tema “studi, mengabdi dan memberi solusi” program garapan kegiatan KKM adalah bidang keagamaan, kemasyarakatan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Meliputi pemahaman, pengembangan sarna dan lembaga keagamaan, penerapan teknologi tepat guna, pengembangan dan pemeliharaan lingkungan, bimbingan masyarakat, ekonomi kerakyatan dan pendidikan karakter bangsa.





B.     JENIS KEGIATAN
1.      Bidang pemahaman, pengamalan dan pengembangan lembaga dan sarana keagamaan.
a.       Pengajian anak-anak
Pendidikan dasar merupakan pilar utama dalam membentuk karakter seseorang kelak. Tanpa pendidikan dasar yang baik khususnya dalam bidang keagamaan, seseorang dapat dipastikan akan menjalani hidup yang lebih tidak teratur dibandingkan dengan mereka yang merasakan pendidikan dasar tentang keagamaan. Dengan sarana dan prasarana yang sederhana dan jauh dari perkotaan, pemahaman mengenai agama akan semakin pudar jika di daerahnya sendiri acuh terhadap pemahaman mengenai keagamaan. Maka dari itu, pengajian anak-anak amatlah penting. Mengingat dari sanalah pondasi awal karakter seseorang akan terbentuk. Jika pondasi tersebut kokoh, maka dapat dipastikan pemahaman mengenai keagamaannya akan baik dan sebaliknya.
Oleh karena itu pula, harus dibentuk sistem pengajaran/pengajian yang baik untuk mencapai tujuan utama dari pengajian tersebut, sehingga anak-anak bukan hanya belajar untuk membaca al-qurán saja. Tetapi memahami dan selanjutnya mampu mengamalkannya.
Dalam hal ini kami memberikan solusi mengenai sarana dan prasarana dalam bentuk sumbangan langsung berupa alat-alat tulis BTQ serta tenaga pengajar yang mampu menjawab tantangan yang muncul di masyarakat.
Adapun untuk teknis kegiatan sebagai berikut:
Hari/Tanggal    : Sabtu – Kamis/25 januari – 24 Februari 2012
Tempat            : Masjid Al-Ikhlas Dusun Pasirhuni Ds. Laksana
  Kec. Ibun Kab. Bandung
b.      Pengajian bapak-bapak
Pemahaman masyarakat mengenai keagamaan hanya segolongan lapisan masyarakat saja yang peduli akan pentingnya pemahaman mengenai keagamaan, sehingga pada teknis kegiatan dalam hal ini pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu kurang responsif terhadap kegiatan pengajian yang rutin dilakukan setiap minggunya.
Oleh karena itu, kami memberikan solusi agar kegiatan pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu menjadi lebih berkembang. Sehingga pemahaman keagamaan yang utuh dan merata akan terwujud.
Adapun untuk teknis kegiatannya sebagai berikut:
Hari/Tanggal    : Kamis/ 26 januari, 02,09,16 februari 2012
Tempat            : Masjid Al-Ikhlas Dusun Pasirhuni Ds. Laksana
  Kec. Ibun Kab. Bandung
Hari/Tanggal    : Minggu/ 29 januari, 05,12,19 februari 2012
Tempat             : Masjid Al-Muawanah Dusun Garung Ds. Laksana
  Kec. Ibun Kab. Bandung

c.       Maulid Nabi Muhammad S.A.W
Untuk menyemarakkan syiar islam, hari-hari besar amatlah tepat untuk momen membangkit kesadaran masyarakat akan semangat keislamannya. Dalam hal ini kami mengadakan sebuah maulid Nabi yang beragendakan Lomba-lomba, pentas seni dan Tablig Akbar.
Adapun untuk teknis pelaksanaanya sebagai berikut:
Hari/Tanggal    : Kamis-sabtu/ 16-18 Februari 2012
Tempat                        : Yayasan Al-Hidayah Dusun Sangkan Ds. Laksana
  Kec. Ibun Kab. Bandung

2.      Bidang penerapan teknologi dan ekonomi kerakyatan
a.       Budidaya jamur
Mengingat daerah tersebut merupakan daerah yang cocok untuk pertanian, tetapi hasil panen dari pertanian tersebut belum maksimal. Sehingga kami memiliki inisiatif berupa alternatif pertanian yang lebih efisien dan efektif serta tidak mengganggu kegiatan pertanian yang telah ada di daerah tersebut.
Bududaya jamur dirasa amat cocok untuk, mengingat prose dan cara yang sederhana dalam mengaplikasikannya.
Adapun untuk teknis pelaksanaannya sebagai berikut:
Hari/Tanggal    : Sabtu-Minggu/ 04-05 Februari 2012
Tempat                        : Lapangan Badminton Dusun Pasirhuni Ds. Laksana
  Kec. Ibun Kab. Bandung
b.      Less Komputer
Daerah yang jauh dari pusat kota menyebabkan masyarakat di daerah tersebut kurang terbiasa dengan teknologi baru, sehingga menimbulkan dahaga masyarakat akan pentingnya mengenal dan bisa dalam mengoperasikan teknologi yang ada.
Kami memberikan solusi berupa less komputer, dikarenakan faktor-faktor yang kurang mendukumg sehingga dirasa less komputer secara instan lebih efektif. Walaupun tidak akan tersentuh semua lapisan masyarakat, tetapi wawasan mengenai teknologi sedikit demi sedikit akan tercukupi.
Adapun untuk teknis pelaksanaannya sebagai berikut:
Hari/Tanggal    : Senin-Jum’at/ 24 Januari-20 Februari 2012
Tempat                        : POSKO KKM kelompok 32 Dusun Garung
   Ds. Laksana Kec. Ibun Kab. Bandung

3.      Bidang pendidikan dan bimbingan kemasyarakatan
a.       Seminar pendidikan dan kesehatan
Pendidikan merupakan peran sentral dalam menunjang kemajuan suatu daerah,  maka untuk mendukung hal tersebut perlu peran aktif pemerintah setempat dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut dan juga mereka yang memiliki kompetensi yang mumpuni dalam bidangnya.
Dengan pendidikan yang merata, secara perlahan persepsi masyarakat yang cenderung ortodok akan semakin modern dalam berpikir maupun bertindak mengambil suatu keputusan.
Dari observasi yang telah dilakukan, masyarakat daerah tersebut masih jauh dari kata cukup kaitannya dengan pendidikan, walaupun ada beberapa orang yang telah mengenyam pendidikan tinggi, namun peran mereka dalam masyarakat tidaklah dominan dalam memajukan daerahnya.
Maka dari itu kami memiliki gagasan untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat akan pentingnya pendidikan dan meluruskan niat awal tentang pendidikan. Karena dari hasil observasi yang telah kami lakukan,  masyarakat cenderung dan dominan menganggap pendidikan merupakan bekal untuk mencari penghasilan (kerja). Hal tersebut amat bertentangan dengan tujuan dari pendidikan, sehingga mendorong para pelajar dan generasi muda bukan untuk berpikir, namun untuk bekerja dan mencari uang tanpa melihat dan memahami makna pendidikan yang sebenarnya.
Adapun teknis pelaksanaannya sebagai berikut:
Hari/Tanggal    : Jum’at/ 10 Februari 2012
Tempat                        : Masjid Al-Ikhlas Dusun Pasirhuni
   Ds. Laksana Kec. Ibun Kab. Bandung


b.      Demonstrasi Kimia
jika kita mendengar kata atau kalimat yang berkaitan dengan KIMIA, persepsi masyarakat umumnya cenderung menyeramkan dan berbahaya. Hal tersebut amat memprihatinkan bagi kita yang memiliki basic pendidikan kimia, maka dari itu perlu diberikan pemahaman dan pengetahuan-pengetahuan yang mendukung agar kimia  menjadi lebih dekat pada masyarakat dan menghilangkan image negatif tentang kimia. Hal tersebut dapat berupa  seminar atau penyuluhan-penyuluhan yang berkaitan langsung dengan kimia.
Dalam hal ini kami mencoba mengenalkan masyarakat tentang kimia dari segi yang lebih menyenangkan dan menguntungkan seperti pemahaman akan manfaat-manfaat kimia dan permainan-permainan kimia.
Adapun teknis pelaksanaannya sebagai berikut:
Hari/Tanggal    : Kamis/16 Februari 2012
Tempat                        : Aula Ds. Laksana Kec. Ibun Kab. Bandung

Selasa, 28 Februari 2012

Sepenggal Kisah di KKM ( kuliah kerja nyata mahasiswa)

Mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) diminta proaktif membangun kesadaran masyarakat di bidang pendidikan (lampungpost).
mendengar kalimat tersebut tentu sudah tidaklah aneh dalam dunia masyarakat dan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi atau bahasa kerennya universitas. tepat kuranglebih 1 bulan yang lalu UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNNG DJATI BANDUNG mengadakan program KKN yang dirubah menjadi KKM (kuliah kerja nyata mahasiswa). g jauh beda padahal, katanya ingin ngerubah image KKN yang lebih akrab dengan Kolusi, korupsi dan nepotisme.
menurut DEPDIKNAS KKN/KKM
merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama penyelenggaraan pendidikan berbasis masyarkat dengan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi dan potensi masyarakat sebagai perwujudan dari, oleh dan untuk masyarakat.
dengan tema "study, mengabdi dan memberi solusi" KKM UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan KKN/KKM di daerah Bandung. dengan tema tersebut, mahasiswa dituntut untuk mengaplikasikan teori-teori dari bangku kuliah ke dalam masyarakat secara real. niat tersebut memang mulia, karena jika kita (mahasiswa) tak dapat mengamalkan ilmu tersebut, sebagai pemeluk agama islam saya berkeyakinan bahwa ilmu tersebut akan jadi azab buat diri sendiri jika tidak di amalkan.
dengan sedikit keyakinan yang dibumbui oleh segudang harapan, kami dituntut dalam waktu yang relatif amat sangat singkat untuk mampu merangkai sebuah rencana yang berlabelkan "progran kerja" dan langsung diaplikasikan ke masyarakat secara langsung hanya dengan persiapan kurang lebih 7 hari saja. ( sungguh terlalu).
program tersebut memang berjalan sebagaimana yang direncanakan, namun apa yang menjadi niat awal hanya menjadi bumbu penyedap, dan mungkin hanya terasa sebagian mahasiswa saja yang benar-benar mewujudkan niat awalnya. lagi-lagi kaum formal dan kaum hedon merajai elemen-elemen yang terkait dengan hal tersebut.
sebagai mahasiswa saya amat merasakan bagaimana kita hidup di dunia kampusdengan hidup di dunia masyarakat itu amatlah berbeda, apa yang kita sebut ideal hanya akan menjadi penghalang. apa yang kita sebut proposional hanya akan menjadi rintangan, dan apa yang kita idam-idamkan seperti halnya teori yang digembor-gemborkan di bangku kuliah cuma menghiasi imajinasi yang tidak mempunyai tepi.
"hidup dikampus dengan dimasyarakat itu beda" .itu yang aku dapat simpulkan, dan menurutku tugas selanjutnya adalah bagaimana kita mengambil nilai-nilai terbaik di bangku kuliah untuk di aplikasikan dengan cara menyesuaikannya dan menjadikannya indah dengan seni "pendidikan" yang kita miliki.dan pastinya membuang jauh-jauh arogansi kita sebagai diri yang menyebut kita "MAHASISWA".