Pages

Minggu, 13 November 2011

judul makalah ini gagl, jadi jangan ditiru,


Penerapan MediaEffect of Bead and Illustration (EBI) untuk meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa pada konsep Bentuk Molekul di SMA

I.      Pendahuluan
Menurut Gagne, belajar dapat diartikan sebagai suatu proses di mana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalamannya(Sujarwo, 2002). Sedangkan menurut Hamzah (2001) belajar dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara sadar dari hasil interaksinya dengan lingkungan (Hamzah, 2001). Terdapat dua hal penting dalam pengertian belajar ini, yaitu belajar merupakan suatu usaha untuk mendapatkan perubahan tingkah laku, serta perubahan tingkah laku yang terjadi harus dilakukan secara sadar. Dengan demikian, usaha yang dilakukan untuk mencapai perubahan tingkah laku merupakan suatu proses belajar sedangkan perubahan tingkah laku itu sendiri merupakan hasil dari belajar. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari proses belajar, perlu sesuatu yang dapat mendorong dan menunjang  proses belajar mengajar itu sendiri. Melalui teori perkembangan berpikir, Piaget mengemukakan bahwa salah satu yang melandasi perkembang berpikir adalah adaptasi, yaitu suatu keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah proses penggunaan struktur kognitif yang telah ada untuk menghadapi masalah yang dihadapi. Apabila masalah yang dihadapinya tidak sesuai dengan struktur yang ada, maka akan terjadi ketidakseimbangan (disequilibrium). Untuk dapat memberikan respon terhadap lingkungannya ia harus melakukan akomodasi, yaitu mengubah struktur kognitif yang tidak sesuai itu menjadi struktur kognitif baru yang sesuai, sehingga tercapailah keseimbangan (equilibrium), dan pada keadaan demikian ia berada pada tingkat intelektual yang lebih tinggi daripada sebelumnya (Niaz. 1993). Maka dari pada itu, penggunaan sesuatu yang dapat menunjang kegiatan belajar mutlak dibutuhkan agar memperoleh hasil yang baik. Hal itu bisa berupa model pembelajaran yang diterapkan, metode dan pendekatan dalam kegiatan pembelajaran, serta media-media tertentu yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif dan efisien. Dalam pembelajaran, Media adalah alat bantu dalam proses pembelajaran (arifin. M., 2000). Dalam hal ini penulis ingin menggunakan media sebagai sesuatu yang dapat mempengaruhi hasil belajar, media yang digunakan adalah manik-manik/molly mood dan illustrasi melalui powerpoint atau sejenisnya yang dapat membuat siswa tidak hanya mengetahui dari apa yang mereka lihat. Tetapi dari apa yang mereka lakukan (psikomotorik). Media-media ini dirasa cukup untuk membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang bersifat abstrak. Modelmanik-manik merupakanmodel tiga-dimensi fisik,terdiridari plastikwarna-kode manik-manikyang mewakilikomponen-komponentertentu yang dikodekan.Modelmanik-manikini mirip denganmodelbiasanya digunakandalam pembelajaran kimiainstruksi, seperti bola-dan-tongkat model, yang mewakiliatomdan molekul (mollymod). Jenis modelInimemungkinkanuntuk menyederhanakan, menggambarkan, dan mengeksplorasistruktur kimia, fenomena, danproses (Gabel &Sherwood, 1980;. Gilbertet al, 2003 dalam Rotbain, et al. 2006). Sedangkan Model of illustrations adalah suatu grafis (dalam bentuk visual) yang menggambarkan langkah-langkah dari suatu proses (Rotbain, et al. 2006 : 504). Kaitannya dengan model atau media diatas materi yang sesuai untuk mendukung dan menunjang model ini agar prosesnya dapat terlaksana sesuai dengan perencanaan dan tujuannya dapat tercapai sebagaimana mestinya. Materi bentuk molekulsesuai karena dalam materi bentuk molekul masih bersifat abstrak, maka dari itu materi bentuk molekul membutuhkan penjelasan lebih konkritsehingga membutuhkan sesuatu (dalam hal ini media) agar memudahkan para siswa untuk memahami materi ini. Salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah keterampilan proses sains. Apabila siswa diberikan suatu permasalahan dalam proses pembelajaran, maka siswa di tuntut untuk mencari jalan keluar. Kaitannya dengan materi dan media yang digunakan, maka penulis merumuskan hanya indikator-indikator tertentu yaang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan proses sains siswa yang berkaitan dan cocok dengan materi yang akan disampaikan. Tentunya dengan hal tersebut, peran dari seorang guru adalah bagaimana menuntun siswa agar mampu memecahkan masalah yang ada dengan menciptakan situasi belajar yang dapat menstimulasikan pengembangan keterampilan proses sains siswa dalam proses pembelajaran. Kesesuaian materi dengan model ataupun media serta teknik yang digunakan diharapkan mampu memaksimalkan stimulus yang diberikan.
Dari uraian yang telah dikemukakan, maka yang menjadi rumusan masalah dalam hal ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana penerapan media EBI pada materi bentuk molekul?
2.      Mengapa menggunakan media EBI untuk meningkatkan kemampuan proses sains siswa pada materi bentuk molekul?
3.      Bagaimana aplikasi media EBI dalam meningkatkan kemampuan proses sains siswa pada materi bentuk molekul?

Dan tujuan dari penulis dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Menjelaskan kesesuaian antara materi, model, teknik serta kemampuan yang dapat dicapai.
2.      Membuktikan peranan media yang baik yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam proses pembelajaran.
3.      Mengetahui kelemahan dan kelebihan proses pembelajaran dengan menggunakan media.










II.     Kajian Teoritik
A.  Effect of Bead and Illustration (EBI)
Effect of  Bead and Illustrations (EBI) merupakan suatu model yang mengacu padamodusrepresentasi darisumber media pengajaran yang digunakan, seperti manik-manik dan grafis.Modelmanik-manikdapatdidefinisikan sebagai suatumodel fisikanalogisatau model tiga dimensi.Dan modelilustrasidapat didefinisikan sebagaisebuahvisual yanganalogis(grafis).
1.      Effect of bead
Effect of bead merupakanmodel tiga-dimensi fisik,terdiridari plastikwarna yang berkode yang mewakilikomponen-komponenutama dari suatu materi seperti bentuk molekul dan atom serta senyawa-senyawa lainnya .Effect of bead mirip denganmodel yang biasa digunakandalam kimiainstruksi, seperti bola-dan-tongkat model, yang mewakiliatomdan molekul (mollymod). Dalam suatu artikel “...These types of models enable to simplify, illustrate, and explore chemical structures, phenomena, and processes” (Gabel & Sherwood, 1980; Gilbert et al., 2003).
Dalam model ini, masing-masing manik mewakili satu atom (misalnya, karbon, oksigen, atau hidrogen) atau satu ion (Nath). setiap manik mewakili komponen lebih besar dari satu atom.
2.         Illustration
Illustration adalah suatu grafis (dalam bentuk visual) yang menggambarkan langkah-langkah dari suatu proses. Dengan illustrasi ini suatu pembelajaran dapat di fasilitasi agar siswa dapat menggunakan kemampuannya, baik dalam hal kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dengan cara menggambar/melukis dan menuliskan angka serta mengintegrasikannya dengan pikiran, seperti mencari kata-kata yang hilang dan menjawab pertanyaan panduan (Rotbain, et al. 2006 : 504).

B.     Keterampilan Proses Sains
Gagne menyatakan keterampilan proses sains adalah kemampuan-kemampuan dasar tertentu yang dibutuhkan untuk menggunakan dan memahami sains. Setiap keterampilan proses merupakan keterampilan intelektual yang khas yang digunakan oleh semua ilmuan, serta dapat digunakan untuk memahami fenomena apapun juga (Dahar, 1996).
Keterampilan proses sains terdiri dari sejumlah indikator yang menggambarkan proses memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan kemampuan yang telah dimiliki. Menurut Dahar indikator keterampilan proses sains terdiri dari mengamati, menafsirkan pengamatan, meramalkan, menggunakan alat/bahan, menerapkan konsep, merencanakan penelitian, berkomunikasi, dan mengajukan pertanyaan (Hermita, 2008).
Menurut Semiawan (1992)keterampilan proses sains meliputi observasi (menghitung, mengukur, mengklasifikasi), mencari hubungan ruang/waktu, membuat hipotesis, merencanakan penelitian, mengendalikan variabel, interpretasi, menyusun kesimpulan sementara, meramalkan, menerapkan dan mengkomunikasikan (Hermita, 2008). Peter C. Gega (1977) menyebutkan ada enam aspek keterampilan proses, meliputi: observasi, klasifikasi, pengukuran, mengkomunikasikan, memberikan penjelasan atau interpretasi terhadap suatu pengamatan, melakukan eksperimen ( Hermita, 2008).
Berikut ini klasifikasi  keterampilan proses sains:
Tabel 1 Jenis-jenis keterampilan proses dan karakteristiknya
NO.
KETERAMPILAN PROSES SAINS
KARAKTERISTIKNYA
1
Melakukan pengamatan ( observasi )
v  Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan yang nyata pada objek
v  Mencocokan gambar dengan uraian tulisan atau gambar/benda
v  Menggunakan indera penglihatan, pembau, pendengar, pengecap, dan peraba
v  Menggunakan fakta yang relevan dan memadai



NO
KETERAMPILAN PROSES SAINS
KARAKTERISTIKNYA
2
Menafsirkan pengamatan (interpretasi)
v  Mencatat hasil pengamatan
v  Menghubung-hubungkan hasil pengamatan
v  Menemukan pola atau keteraturan dari suatu seri pengamatan
v  Menyimpulkan
3
Mengelompokan (klasifikasi)
v  Mencari perbedaan
v  Mengkontraskan ciri-ciri
v  Mencari kesamaan
v  Membandingkan
v  Mencari dasar penggolongan
4
Meramalkan (prediksi)
v  Mengajukan perkiraan tentang sesuatu yang belum terjadi berdasarkan suatu kecenderungan atau pola yang sudah ada
5
Berkomunikasi
v  Membaca grafik, tabel, atau diagram
v  Menjelaskan hasil percobaan
v  Menyusun dan menyampaikan laporan sistematis dan jelas
6
Berhipotesis
v  Menyatakan hubungan antara dua variabel atau memperkirakan penyebab terjadinya sesuatu
7
Merencanakan percobaan
v  Menentukan alat dan bahan
v  Menentukan variabel atau perubah
v  Menentukan variabel kontrol dan variabel bebas
v  Menentukian apa yangg diamati, diukur, atau ditulis
v  Menentukan cara dan lanngkah kerja
v  Menentukan cara mengolah data
NO.
KETERAMPILAN PROSES SAINS
KARAKTERISTIKNYA
8
Menerapkan konsep
v  Menjelaskan suatu peristiwa dengan menggunakan konsep yang sudah dimiliki
v  Menerapkan konsep yang baru yang telah dipelajari dalam situasi yang baru
9
Mengajukan pertanyaan
v  Meminta penjelasan mengenai apa, bagaimana, dan mengapa
v  Bertanya untuk meminta penjelasan
v  Pertanyaan yang dilakukan dapat meminta penjelasan tentang apa, bagaimana dan mengapa ataupun menanyakan latar belakang hipotesis
10
Menggunakan alat dan bahan
v  Mengetahui mengapa menggunakan alat dan bahan
v  Mengetahui bgaimana menggunakan alat dan bahan
Rustaman, (2003).
C.    Bentuk Molekul
Bentuk molekul atau geometri molekul adalah susunan tiga dimensi dari atom-atom dalam suatu molekul. Bentuk molekul mempengaruhi sifat fisik dan kimia, seperti titik leleh, titik didih, kerapatan dan jenis reaksi yang dialaminya. Secara umum panjang ikatan dan sudut ikatan harus ditentukan lewat percobaan. Tetapi cara sederhana yang memungkinkan kita untuk meramalkan bentuk molekul atau ion dengan tingkat keberhaasilan yang cukup tinggijika kita mengetahui jumlah elektron disekitar atom pusat dalam struktur Lewis-nya. Dengan asumsi bahwa pasangan elektron di kulit valensi suatu atom saling bertolakan satu sama lain. Kulit valensi adalah kulit terluar yang ditempati elektron dalam suatu atom yang biasanya terlibat dalam ikatan, berperan dalam mengikat dua atom. Tetapi dalam molekul poliatomik, dimana terdapat dua atau lebih ikatan antara atom pusat dengan sekitarnya. Tolak-menolak antara elektron-elektron dalam pasangan ikatan yang berbeda menyebabkan pasangan itu berada sejauh mungkin satu sama lain. Bentuk yang dipilih suatu molekul meminimalkan tolakan ( seperti terlihat dari posisi seluruh atom ). Untuk mengkaji bentuk molekul di sebut model valence-shell electron-pair repulsion (VSEPR).
       Dengan model tersebut, kita dapat meramalkan bentuk molekul secara sistematis.
Tabel 2. Bentuk molekul berdasarkan jumlah pasangan elektron
Jumlah pasangan elektron
Susunan ruang (geometri)
Bentuk molekul
Sudut ikatan
2

Linear
1800
3

Trigonal
1200
4

Tetrahedral
109,50
5





Bipiramida trigonal
Ekuatorial = 120­­0
Aksial = 900
Jumlah pasangan elektron
Susunan ruang (geometri)
Bentuk molekul
Sudut ikatan
6

oktahedral
900

Langkah-langkah meramalkan geometri molekul berdasarkan teori VSEPR:
1.      Membuat rumus Lewis, untuk mengetahui jumlah pasangan elektron padakulit terluar atom pusat.
2.      Menyusun pasangan elektron disekitar atom pusat yang memberi tolakanminimum.
3.      Menetapkan pasangan terikat dengan menuliskan lambang atom yang sesuai.
4.      Menentukan bentuk molekul setelah mempertimbangkan pasangan elektronbebas.
Tabel 3. Bentuk molekul berdasarkan PEB dan PEI
Jumlah PEB
Jumlah PEI
Rumus
Bentuk Molekul
Contoh
4
0
AX4
Tetrahedron
CH4
3
1
AX3E
Piramida trigonal
NH3
2
2
AX2E2
Planar bentuk V
H2O
5
0
AX5
Bipiramida trigonal
PCl5
4
1
AX4E
Bidang empat
SF4
3
2
AX3E2
Planar bentuk T
IF3
2
3
AX2E3
Linear
XeF2
6
0
AX6
Oktahedron
SF6
5
2
AX5E
Piramida sisi empat
IF5
4
3
AX4E2
Segiempat planar
XeF4


III. Aplikasi Dan Pembahasan
Berdasarkan kajian teoritis dari EBI, keterampilan proses sains, dan materi bentuk molekul, maka penulis merangkai ulang agar materi, kemampuan yang diukur, serta media yang digunakan dapat saling berhubungan dan keterkaitan satu sama lain. Sehingga terciptanya tujuan dari pembelajaran.
Dari 10 indikator kemampuan proses sains, hanya tiga yang dirasa cocok untuk diterapkan dengan media EBI pada materi bentuk molekul. Yaitu kemampuan mengamati (observasi), mengelompokan (klasifikasi) dan meramalkan (prediksi).
Indikator kemampuan mengamati (observasi) dapat didefinisikan sebagai suatu proses untuk memperoleh informasi atau mengenal objek atau peristiwa dengan menggunakan semua panca indera atau alat bantu yang merupakan pengembangan alat indera. Indikator ini digunakan untuk mengamati ciri-ciri suatu objek dalam rangka pengumpulan informasi (Rustaman, 2003). Setelah dibahas pada bab sebelumnya, penggunaan media EBI berbanding lurus dengan tujuan dari indikator yang akan dipakai yaitu dengan diberikan media EBI dalam pembelajaran membuat siswa merasa tertarik untuk mengamati sekaligus merangsang psikomotor siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga dalam pembelajaran tidak hanya fungsi kognitif siswa saja yang terlatih. Materi bentuk molekul menambah suasana pembelajaran menjadi semakin menarik karena materi ini dirasa amatlah cocok untuk memberikan gambaran nyata tentang konsep abstrak molekul yang siswa cenderung mengetahui gambaran molekul hanya dari gambar-gambar dua dimensi saja. Tetapi dengan media EBI ini siswa akan mengetahui bentuk molekul yang lebih nyata.
Indiktor kemampuan mengelompokan (klasifikasi) dapat didefinisikan sebagai proses pengaturan objek atau informasi ke dalam deretan kelompok menurut cara atau sistem tertentu. Indikator ini terdiri dari mencari perbedaan dan persamaan, mengkontraskan ciri-ciri, membandingkan, dan mencari dasar pengelompokan (Rustaman, 2003). Setelah dalam pembelajaran diberikan media EBI, secara alami siswa dituntut untuk mengetahui dan menghafal dari informasi apa saja yang telah mereka miliki untuk selajutnya membandingkan dan mengelompokan informasi apa saja yang telah didapat berdasarkan sistem tertentu. Bentuk molekul terdiri dari berbagai macam jenis, hal ini dapat merangsang peranan fungsi kognitif siswa untuk berpikir bagaimana keteraturan yang sering muncul sehingga siswa mampu membandingkan jenis-jenis bentuk molekul yang ada. Dan pada akhirnya siswa mampu mengetahui perbedaan serta persamaan dari setiap bentuk molekul.
Indikator kemampuan meramalkan (prediksi) dapat didefinisikan sebagai suatu keterampilan membuat atau mengajukan perkiraan tentang sesuatu yang akan terjadi berdasarkan pola yang sudah ada, indikator ini menggunakan pola yang atau keteraturan sebelumnya dan mengemukakan apa yang mungkin akan terjadi (Rustaman, 2003). Dalam pembelajaran menggunakan media EBI, siswa selain dituntut untuk merangkai bentuk molekul tetapi juga dituntut dengan indera penglihatannya berupa slide-slide atau animasi-animasi bentuk molekul berdasarkan pola keteraturan yang telah ada. Dengan demikian kemampuan memprediksi  atau memperkirakan bentuk molekul akan semakin mudah, karena selain dapat mengingat dari apa yang siswa lihat, siswa dapat pula mengaplikasikan dan membiasakan diri untuk memperkirakan jenis bentuk molekul apa saja dari senyawa-senyawa tertentu. Hal tersebut akan mempermudah siswa dalam mencapai indikator pemahaman konsep mengenai bentuk molekul. Sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai.
Adapun aplikasi atau penerapan indikator KPS pada materi bentuk molekul dengan menggunakan media EBI adalah sebagai berikut:
Tabel 4. Tahapan pembelajaran
Indikator
Indikator KPS
Langkah Pembelajaran
Alokasi waktu


kegiatan awal
15 menit
Menentukan jumlah PEI dan PEB yang dimiliki atom pusat dalam suatu molekul

Kemampuan mengamati (observasi)
v  Guru menampilkan slide/animasi tentang bentuk molekul
v  Kemudian siswa mengamati gambar slide/animasi yang ditunjukan oleh guru



20 menit
Indikator
Indikator KPS
Langkah Pembelajaran
Alokasi waktu


v  Setelah itu siswa dengan arahan dari guru mencoba merangkai bentuk molekul yang telah ia ketahui dari animasi/slide dengan menggunakan manik-manik/mollymood

Menentukan gambar bentuk molekul yang tepat dari suatu rumus molekul

Kemampuan menggolongkan (klasifikasi)
v  Setelah mengamati dan merangkai bentuk molekul siswa diberikan informasi tambahan mengenai bentuk molekul-molekul dari senyawa lainnya
v  Siswa mengelompokan senyawa-senyawa berdasarkan bentuk molekul yang mungkin akan terjadi
20 menit
Meramalkan bentuk molekul dengan jumlah PEI dan PEB-nya tertentu
Kemampuan meramalkan (prediksi)
v  Guru memberikan informasi tambahan mengenai teory VSEPR untuk meramalkan bentuk molekul yang untuk suatu senyawa berdasarkan pola yang telah ada sebelumnya



20 menit
Indikator
Indikator KPS
Tahap Pembelajaran
Alokasi waktu


v  Siswa mampu memperkirakan bentuk molekul untuk suatu senyawa



Kegiatan akhir
Penutup
Evaluasi
15 menit

       Dengan pembelajaran yang berorientasi pada siswa, media EBI dengan menggunakan indikator KPS pada materi bentuk molekul diharapkan mampu meningkatkan keikutsertaan siswa dalam pembelajaran. Baik dari segi kognitif, afektif ataupun segi psikomotorik. Sehingga kimia akan semakin menarik untuk dipelajari oleh siswa.
IV. Penutup
Dengan menggunakan media, penelitian yang akan dilakukan tersebut mestinya memastikan kesiapan proses pembelajaran daninstrumen-instrumen yang mendukung serta materi yang sesuai yang akan dibahas. Walaupun demikian, pembelajaran dengan menggunakan media-media yang tepat akan membantu guru untuk mempermudah daya serap pemahaman siswa terhadap suatu materi. Maka dari itu, penulis mencoba menggunakan media kedalam suatu pembelajaran.








Daftar Pustaka
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian, suatu pendekatan praktik. Edisi revisi. Jakarta: Rineka Cipta
Chang, Raymond. 2004. KIMIA DASAR konsep konsep inti. Edisi ke tiga. Jakarta: Erlangga
Dahar, R. W. (1996). Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga
Depdiknas. 2010. Silabus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Direktorat jendral pendidikan dasar dan menengah
Hermita, Neni. 2008. Pembelajaran IPA dengan model inkuiri terbimbiing untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar. Tesis magister pendidikan IPA konsentrasi IPA SD. Sekolah lanjutan UPI Bandung. Tidak diterbitkan
Keenan, Charles W. 1990. Ilmu Kimia Untuk Universitas. Edisi ke enam. Jakarta: Erlangga
Keil,C. Hane, J. Zoffel,J. 2009. Improvements in Student Achievement and Science Process Skills Using Environmental Health Science Problem-Based Learning Curricula.Electronic Journal of Science Education. 13. (1)
Niaz, (in Taber S, keith) 1993.Constructing the Scientific Research programme into the conti ngent nature of learning science. UK: University of cambridge
Nuh, Usep (dalam Suhendar). 2011. Keterampilan proses sains. [online]. Tersedia: http://fisikasma-online.blogspot.com/2010/03/keterampilan-proses-sains.html     [04 oktober 2011]
Rustaman, N. Y., et al. (2003). Common text book (edisi revisi). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Bandung: Jica
Rotbain, Y., et al. 2006. “Effect of Bead and Illustrations Models on High School Students’’ Achievement in Molecular Genetics”. JOURNAL OF RESEARCH IN SCIENCE  TEACHING. 43(5) 500 – 529.
Sopamena, Octavina. 2009. Model pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa SMK pada konsep Hasil kali kelarutan. Tesis SPS UPI. Tidak diterbitkan
Takahashi,S. Katagiri, T. Uneyama, K. 2006. Nanoporous organic layered crystals of double-headed bis(trifluorolactate)s. Hydrogen-bonded systematic crystal structures controlled by the symmetries of molecular components. Royal Society of Chemistry. 8: 132-139

3 komentar:

  1. maaf mau tanya,,
    kenapa penelitian ini gagal??
    kesalahannya d mn?

    terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  2. pertama,,
    saya salah mendeskripsikannya,
    awalnya saya melihat ini dari jurnal RSC,
    Namun disana lebih ke tataran teknis bagaimana menggunakan media ilustrasi dalam bentuk mollymood,
    menurut pemikiran awal saya,
    bagaimana menyatukan antara model(mollymood)dengan media illustrasi, namun hal itu di tolak mentah-mentah oleh Dosen pembimbing saya,,
    boleh dilanjutkan, asalkan tidak menggunakan istilah EBI, namun softwere media sejenis, namanya saya lupa,,,
    dan sekarang aja saya berganti judul,,,
    dan alhamdulillah,, skrg sudah mulai bimbingan instrumen.
    trima kasih...

    BalasHapus
  3. boleh minta literatur rustaman nya g.. saya ngubek@ google,link ny g dpet2..please :D

    BalasHapus

komentar anda membantu memperbaiki kualitas blog ini.
thanks