Keterampilan generik sain adalah kemampuan dasar yang dapat ditumbuhkan ketika peserta didik menjalani proses belajar ilmu kimia yang bermanfaat sebagai bekal meniti karir dalam bidang yang lebih luas (Suyanti,2006). Berdasarkan aspek keterampilan generik sain yang dikemukakan oleh Brotosiswoyo (2001), KGS yang dikembangkan dalam penelitian mencakup:
a. Melakukan pengamatan tak langsung
Kimia adalah ilmu yang mempelajari materi dan energi. Ada gejala yang dapat diamati secara langssung seperti perubahan warna suatu zat. Namun banyak sekali yang tidak dapat diamati secara langsunng. Oleh karena itu diprlukan suatu peralatan atau suatu sifat yang menentukan atau meenunjukan suatu gejala. Misal untuk menentukan titik didih atau titik beku diperlukan alat bantu berupa termometer.
b. Menggunakan habasa simbolik
Simbol yang digunakan sebagai lambang tiap unsur bersifat internasional, artinya siapapun yang berkecimpunng dalam kimia harus menggunakan simbol yang sama. Bahasa simbol harus dimaknai fisis/pengertiannya dengan benar.
c. Menjelaskan hukum sebab akibat
Kemampuan untuk memahami dan menggunakan hukum sebab akibat misalnya pada topik pergeseran kesetimbangan.
d. Menerapkan dan menyusun pemodelan matematik
Dalam mempelajari ilmu kimia, beberapa materi harus dipelajari secara abstrak. Hal ini merupakan kesulitan bagi siswa, sehingga dituntut kemampuan untuk model matematik.
e. Membangun konsep
Tidak semua gejala alam dapat dipahami dengan bahasa sehari-hari. Kadang-kadang harus dibangun sebuah konsep atau pengertian baru yang tidak ada padanannya dengan pengertian-pengertian yang sudah ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar anda membantu memperbaiki kualitas blog ini.
thanks