Jenjang Sekolah : MA/SMA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI IPA/1
Materi Pokok : Gaya
antar molekul
Alokasi Waktu : 1 x pertemuan (2 x 45 menit)
I.
Standar Kompetensi
Memahami struktur atom untuk
meramalkan sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul dan sifat-sifat senyawa
II.
Kompetensi Dasar
Menjelaskan interaksi antar molekul
(gaya antar
molekul) dengan sifatnya
III. Indikator
1. Menjelaskan gaya antar molekul
2. Menentukan gaya
antar molekul pada lima
senyawa
3. Menjelaskan sifat fisik senyawa pada
golongan VA, VIA, dan VIIA berdasarkan gaya
antar molekulnya
IV. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan gaya antar molekul
2. Siswa dapat menentukan gaya antar molekul pada lima senyawa
3. Siswa dapat menjelaskan sifat fisik
senyawa pada golongan VA,VIA, dan VIIA berdasarkan gaya antar molekulnya
V.
Materi Pembelajaran
Diantara molekul-molekul
terdapat gaya yang bekerja untuk mengikat molekul-molekul tersebut dalam satu
kesatuan yang sangat lemah. Gaya-gaya atau ikatan ini antara lain:
1. Ikatan Hidrogen
Antar molekul yang
sangat polar dan mengandung atom hidrogen terjadi ikatan hidrogen, yaitu ikatan
yang terjadi antar atom yang sangat elektronegatif (F,O,N) pada suatu molekul
dengan atom hidrogen pada molekul lain.
Contoh ikatan pada HF
Senyawa yang memiliki
ikatan hidrogen memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada senyawa
segolongan yang lain, karena untuk memutuskan ikatan hidrogen diperlukan
tambahan energi. Contoh: titik didih HF lebih tinggi dari titik didih HCl.
- Gaya Van der Waals
Diderick Van der Waals
(1873) mengenali adanya gaya tarik dan gaya tolak yang lemah
diantara molekul-molekul gas dan menjadikannya alasan adanya penyimpangan pada
rumus PV = nRT. Selanjutnya gaya yang
relatif lemah antar molekul tersebut dikenal dengan gaya Van der Waals. Gaya Van der Waals dapat
terjadi pada molekul-molekul polar dan molekul-molekul nonpolar.Gaya antar
molekul mempengaruhi sifat-sifat molekul-molekul. Gaya Van der Waals terdiri
dari:
a. Gaya antar dipol, yaitu tarik-menarik
antar molekul dalam senyawa kovalen polar. Bagian pol positif (δ+)
pada molekul akan menarik bagian pol negatif (δ-) pada molekul
lainnya sehingga disebut gaya
antar dipol.
Contoh : gaya tarik menarik antar
molekul HCl dan HBr
Gaya antar dipol ini dibagi menjadi dua,
antara lain:
1) Gaya Orientasi
Gaya orientasi terjadi pada
molekul-molekul yang mempunyai dipol permanen atau molekul polar. Antaraksi
antara kutub positif dari satu molekul dengan kutub negatif dari molekul yang
lain akan akan menimbulkan gaya
tarik menarik yang relatif lemah. Misalnya pada molekul HCl.
2) Gaya Imbas
Gaya imbas terjadi bila terdapat molekul
dengan dipol permanen berantaraksi dengan dipol sesaat. Adanya molekul-molekul
polar dengan dipol permanen akan menyebabkan imbasan dari kutub molekul polar
kepada molekul nonpolar. Sehingga elektron-elektron dari molekul nonpolar
tersebut mengumpul pada salah satu sisi molekul (terdorong atau tertarik), yang
menimbulkan terjadinya dipol sesaat pada molekul nonpolar tersebut.
b. Gaya London (dispersi)
Terjadinya gaya london
(dispersi) dijelaskan pertama kali oleh Fritz London. Gaya
london yaitu
tarik-menarik antar molekul dalam senyawa kovalen nonpolar.
Contoh: gaya tarik menarik antar
molekul CH4 dan CCl4
VI. Sumber / Alat Bantu
Buku kimia SMA Erlangga
karangan Unggul Sudarmo, LKS Tuntas
Graha Pustaka
VII. Metode / Pendekatan
1.Metode : Diskusi dan tanya jawab
2.Pendekatan : Cooperatif Learning
VIII. Langkah-langkah Kegiatan
1.Tatap Muka
|
Rincian
Kegiatan
|
Waktu
|
·
Prasyarat Pengetahuan :
Siswa
diingatkan tentang rumus molekul dan ikatan antar molekul
·
Motivasi
Dalam molekul-molekul
yang berikatan terdapat gaya-gaya yang mempengaruhinya.Gaya apakah yang terjadi pada air dan amonia?
·
Masalah
Makin besar massa molekul senyawa,
makin besar titik didihnya. Tetapi ada penyimpangan pada senyawa HF dan H2O?
Tahap situasional
·
Guru mengarahkan siswa untuk melakukan diskusi, yang sebelumnya siswa
sudah dibagi kelompok diskusi
Tahap eksplorasi
·
Siswa
berdiskusi secara berkelompok mengenai gaya-gaya antar molekul
Tahap elaborasi
·
Presentasi hasil diskusi kelompok 1, 2, dan 3 tentang gaya van der
waals, gaya antar dipol, dan gaya london
·
Presentasi hssil diskusi kelompok 4 dan 5 tentang ikatan hidrogen dan
grafik titik didih beberapa senyawa
·
Siswa menyimpulkan hasil diskusi
·
Guru memberikan tugas berbentuk kuis tentang gaya antar molekul
·
Guru mengarahkan siswa untuk mengumpulkan tugas pertemuan sebelumnya
|
5’
5’
20’
20’
5’
|
IX. Penilaian
1. Prosedur Penilaian : Kuis
2. Instrumen Penilaian :
1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan
gaya Van der Waals?
2) Bagaimana gaya
Van der Waals terjadi pada suatu molekul?serta berikan contohnya minimal lima senyawa?
3) Sebutkan gaya antar molekul yang
terjadi dan gambarkan pula terjadinya gaya tersebut pada senyawa berikut ini:
Hidrogen
Flourida, Etanol, Gas klor dan gas iodin, Amoniak dengan air, CH4 dan CCl4
4) Perhatikan tabel titik didih molekul
hibrida beberapa golongan berikut ini:
|
Jumlah elektron
|
Golongan
VA
|
Titik
didih
|
Golongan
VI
A
|
Titik
didih
|
Golongan
VIIA
|
Titik
didih
|
|
10
|
NH3
|
-33
|
H2O
|
+100
|
HF
|
+20
|
|
18
|
PH3
|
-87
|
H2S
|
-61
|
HCl
|
-85
|
|
36
|
AsH3
|
-55
|
H2Se
|
-41
|
HBr
|
-67
|
|
54
|
SbH3
|
-18
|
H2Te
|
-2
|
HI
|
-
|
Berdasarkan tabel di
atas mengapa titik didih NH3, H2O, dan HF lebih tinggi
dibandingkan molekul lainnya dalam satu
golongan? Jelaskan!
3. Pedoman penilaian :
Skor nomor 1 = 10, no.2 = 30, no.3 =
25, no. 4 = 35, skor maksimum =100
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar anda membantu memperbaiki kualitas blog ini.
thanks