Jenjang Sekolah : MA/SMA
Mata
Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI IPA/1
Materi
Pokok :Persamaan Reaksi
Termokimia
Alokasi
Waktu : 2 x pertemuan (4 x 45
menit)
I.
Standar Kompetensi
Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara
pengukuran
II.
Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan perubahan entalpi
suatu reaksi, reaksi eksoterm dan reaksi endoterm
III. Indikator
1. Menuliskan persamaan reaksi
termokimia
2. Mendeskripsikan 5 macam reaksi
termokimia
3. Menentukan ∆H reaksi melalui
praktikum
IV. Tujuan Pembelajaran
1. Menuliskan persamaan reaksi
termokimia
2. Mendeskripsikan 5 macam reaksi
termokimia
3. Menentukan ∆H reaksi melalui
praktikum
V.
Materi Pembelajaran
Persamaan temokimia
menggambarkan suatu reaksi yang disertai informasi tentang perubahan entalpi
(kalor) yang menyertai reaksi tersebut. Pada persamaan reaksi termokia terdapat
pula jumlah zat yang terlibat yang ditunjukkan oleh koefisien reaksi dan
keadaan (fasa) zat yang terlibat reaksi.
Contoh : H2 (g) +
O2 (g) → H2O (l) ∆H = - 283 kJ
Berdasarkan macam-macam
reaksinya, perubahan entalpi dapat dibedakan menjadi:
1. Perubahan entalpi pembentukan
standar (∆H0f)
Adalah perubahan entalpi
yang terjadi pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya pada keadaan
standar.
Contoh : H2 (g) +
½ O2 (g) → H2O (l) ∆H0f
= - 283 kJ
2. Perubahan entalpi penguraian standar
(∆H0d)
Adalah perubahan entalpi
yang terjadi pada penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya pada keadaan
standar.
Contoh : H2O (l)
→ H2 (g) + ½ O2 (g) ∆H0d = + 283 kJ
3. Perubahan entalpi pembakaran standar
(∆H0c)
Adalah perubahan entalpi
yang terjadi pada pembakaran 1 mol zat pada keadaan standar.
Contoh : C2H5OH(l)
+ 3O2(g) → 2CO2(g) + 3H2O(g) ∆H0c
= -1.234,7 kJ/mol
4. Perubahan entalpi penguapan standar
(∆H0v)
Adalah perubahan entalpi
yang terjadi pada penguapan 1 mol zat pada keadaan standar.
Contoh: H2O(l)
→ H2O (g) ∆H0v = +44 kJ
5. Perubahan entalpi pelarutan standar
(∆H0s)
Adalah perubahan entalpi
yang terjadi pada pelarutan 1 mol zat menjadi larutan encer pada keadaan
standar.
Contoh: H2O(s)
→ H2O(l) ∆H0s = +6 kJ/mol
Perubahan entalpi
merupakan perubahan kalor yang diukur pada tekanan tetap. Oleh karena itu, untuk menentukan
perubahan entalpi dilakukan dengan cara yang sama dengan penentuan perubahan
kalor yang dilakukan pada tekanan tetap.
Kalor merupakan bentuk
energi yang terjadi akibat adanya perubahan suhu. Jadi, perubahan kalor pada
suatu reaksi dapat diukur melalui pengukuran perubahan suhu yang terjadi.
Jumlah kalor atau
diserap oleh sutau sistem sebanding dengan massa, kalor jenis zat, dan perubahan
suhunya. Hubungan antara ketiga faktor tersebut dengan perubahan kalor
dirumuskan dengan persamaan berikut:
q = m x c x ∆T
Pengukuran perubahan
kalor dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut kalorimeter.
Kalorimeter sederhana
dapat dibuat dari gelas atau wadah yang bersifat isolator (tidak menyerap
kalor), misalnya gelas stirofoam atau plastik. Dengan alat yang bersifat
isolator dianggap wadah tidak menyerap kalor yang terjadi pada saat reaksi,
perubahan kalor yang terjadi selama reaksi dianggap tidak ada yang hilang.
VI. Sumber / Alat Bantu
Sumber : Buku kimia SMA Erlangga karangan Unggul
Sudarmo, Lembar Kerja Siswa Tuntas Graha
Pustaka
Alat Bantu : Alat
praktikum
VII. Metode / Pendekatan
1. Metode : Diskusi dan Praktikum
2. Pendekatan : Keterampilan Proses
VIII. Langkah-langkah Kegiatan
1. Tatap Muka
|
Rincian
Kegiatan
|
Waktu
|
|
a.
Pendahuluan (Apersepsi)
Prasyarat Pengetahuan
:
·
Siswa diingatkan tentang prubahan entalpi
Motivasi
·
Dalam suatu reaksi bahwa H2O terbentuk dari reaksi antara H2
dan O2. Bagaimana persamaan reaksinya?
Masalah
·
Makin besar massa
molekul senyawa, makin besar titik didihnya. Tetapi ada penyimpangan pada
senyawa HF dan H2O?
Tahap situasional
·
Siswa menyimak penjelasan tentang persamaan termokimia
·
Siswa menyimak penjelasan tentang macam-macam reaksi perubahan entalpi
·
Siswa mengerjakan latihan penulisan persamaan termokimia dengan
bermacam-macam harga ∆H
·
Siswa menyimak pengarahan praktikum calorimeter
Tahap eksplorasi
·
Siswa melakukan praktikum mengenai penentuan ∆H reaksi menggunakan
kalorimeter
·
Siswa mendiskusikan data hasil
praktikum
Tahap elaborasi
·
Siswa
mempresentasikan hasil praktikumnya, dan guru menyarahkan untuk mendapatkan
konsep menentukan entalpi reaksi berdasarkan praktikum yang dilakukan siswa.
·
Siswa membuat laporan hasil praktikum
|
5’
5’
20’
5’
20’
5’
|
2.Penugasan Terstruktur
LKS hal 31-33
IX. Penilaian
1. Prosedur Penilaian : LKS
2. Instrumen Penilaian :
LKS halaman 31-33
3. Pedoman penilaian :
Pilihan Ganda : 15 x 2 =
30
Essay
: 5 x 5 = 25
Nilai Maksimum=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar anda membantu memperbaiki kualitas blog ini.
thanks