Pages

Selasa, 05 Juni 2012

RPP Redoks 3



Jenjang Sekolah           :  S M A
Mata Pelajaran             :  Kimia
Kelas / Semester           :  XII/1
Alokasi waktu               :  2 x 45 Menit
 

I.      Standar Kompetensi
2.      Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari.

II.   Kompetensi Dasar
2.2.       Menjelaskan reaksi oksidasi-reduksi dalam sel elektrolisis

III.   Indikator
1)      Menuliskan reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada larutan atau cairan dengan elektroda aktif ataupun elektroda inert

IV.   Tujuan Pembelajaran
1)      Menjelaskan konsep sel elkktrolisis
2)      Membedakan sel elektrolisis dengan sel volta
3)      Menyimpulkan perbedaan antara sel eletrolisis dan sel volta

V.   Materi Pembelajaran
Materi prasyarat:
ü  Sel Volta
ü  Reduksi dan Oksidasi
ü  Potensial Sel Standar




VI. Materi yang dikembangkan
Penyetaraan Reaksi Redoks
Sel volta menghasilkan arus listrik searah ketika reaksi redoks di dalam sel terjadi secara spontan. Adapun sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta, yakni menerapkan arus listrik searah untuk mendorong agar terjadi reaksi elektrokimia di dalam sel.

1. Prinsip Elektrolisis
Elektrolisis artinya penguraian suatu zat akibat arus listrik. Zat yang terurai dapat berupa padatan, cairan, atau larutan. Arus listrik yang digunakan adalah arus searah (direct current = ). Tempat berlangsungnya reaksi reduksi dan oksidasi dalam sel elektrolisis sama seperti pada sel volta, yaitu anode (reaksi oksidasi) dan katode (reaksi reduksi). Perbedaan sel elektrolisis dan sel volta terletak pada kutub elektrode. Pada sel volta, anode (–) dan katode (+), sedangkan pada sel elektrolisis sebaliknya, anode (+) dan katode (–).
Pada sel elektrolisis anode dihubungkan dengan kutub positif sumber energi listrik, sedangkan katode dihubungkan dengan kutub negatif. Oleh karena itu pada sel elektrolisis di anode akan terjadi reaksi oksidasi dan dikatode akan terjadi reaksi reduksi.
listrik arus searah, dalam sel elektrolisis terjadi reaksi redoks, yaitu penguraian air menjadi gas H2 dan gas O2.
Reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrolisis adalah:

Anode (+): 2H2O(l) → O2(g) + 4H+(aq) + 4e                    (oksidasi O2–)
Katode (–): 4H2O(l) + 4e → 2H2(g) + 4OH(aq)     +       (reduksi H+)
Reaksi : 2H2O(l) → 2H2(g) + O2(g)

Berdasarkan persamaan reaksi redoks dapat diramalkan bahwa perbandingan volume gas H2 terhadap O2 adalah 2 : 1. Jika volume gas H2 20 mL, volume gas O2 adalah 10 mL. Alat yang akurat untuk penyelidikan elektrolisis air adalah alat elektrolisis Hoffman. Alat ini dilengkapi elektrode platina dalam tabung penampung gas berskala sehingga volume gas hasil elektrolisis mudah diukur.


2. Elektrolisis Larutan
Elektrolisis larutan berbeda dengan elektrolisis air. Misalnya larutan NaI, terdapat ion Na+ dan ion I. Kedua ion ini bersaing dengan molekul air untuk dielektrolisis.
Di katode terjadi persaingan antara molekul H2O dan ion Na+ (keduanya berpotensi untuk direduksi). Demikian juga di anode, terjadi persaingan antara molekul H2O dan ion I (keduanya berpotensi dioksidasi). Spesi mana yang akan keluar sebagai pemenang? Pertanyaan tersebut dapat dijawab berdasarkan nilai potensial elektrode standar. Setengah reaksi reduksi di katode:

Na+(aq) + e → Na(s)                              E° = –2,71 V
2H2O(l) + 2e → H2(g) + 2OH(aq)        E° = –0,83 V

Berdasarkan nilai potensialnya, H2O lebih berpotensi direduksi dibandingkan ion Na+ sebab memiliki nilai E° lebih besar. Perkiraan ini cocok dengan pengamatan, gas H2 dilepaskan di katode. Setengah reaksi oksidasi di anode:

2I (aq) → I2(g) + 2e                              E° = –0,54 V
2H2O() → O2(g) + 4H+(aq) + 4e            E° = –1,23 V

Berdasarkan nilai potensial, ion I– memenangkan persaingan sebab nilai E° lebih besar dibandingkan molekul H2O. Reaksi yang terjadi pada sel elektrolisis:

Katode: 2H2O(l) + 2e → H2(g) + 2OH(aq)
Anode: 2I(aq) → I2(g) + 2e                                          +                                    
Reaksi: 2H2O(l) + 2I–(aq) → H2(g) + I2(g) + 2OH(aq)

Diskusi kelompok
1.      Asam Dapatkah arus listrik bolak-balik (alternating current = A ) dipakai dalam sel elektrolisis?
2.      Manfaat apa saja yang didapat dari  mempelajari reaksi redoks dan elektrokimia?
3.      Mengapa nilai potensial sel merupakan kekuatan relatif yang harganya tidak mutlak?
4.      Tuliskan reaksi sel elektrolisis untuk larutan ZnSO4.



VII.    Kegiatan Pembelajaran
      1.  Pendekatan                  :  Konseptual
      2.  Metode                         :  Diskusi
      3.  Model Pembelajaran    :  Kooperatif dan Langsung

VIII.  Langkah-langkah Pembelajaran
Tahapan Kegiatan
Langkah-Langkah
Waktu
Kegiatan Awal
-          Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Apersepsi
-          Guru bertanya tentang apa yang dimaksud dengan reaksi redoks,tentang sel volta dan kegunaan elektrode serta penentuan potensial reduksi standar.
Motivasi
-          Siswa menyadari pentingnya reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari.
15 Menit
Kegiatan Inti
ü  Guru menjelaskan tentang cara penyetaraan reaksi redoks dengan menggunakan dua cara yaitu metode persamaan bilangan oksidasi dan metode setengah reaksi
ü  Melakukan diskusi klompok dan membuat laporan serta  kesimpulan dari hasil diskusi
ü  Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
65 Menit
Kegiatan Akhir
ü  Guru memberikan penilaian, memberikan kritik dan saran dan menjelaskan miskonsepsi yang terjadi.
10 Menit

IX.           Media Pembelajaran dan Sumber Pembelajaran
      1.  Media Pembelajran      : Slide Power Point
      2.  Sumber Belajar             :
Purba, Maichael. 2006. Kimia untuk SMA Kelas XII. Erlangga. Jakarta.
Sunarya, Yayan. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Jakarta: Setia Purna Inves
Sukmawanati, Wening. 2009. Kimia 3; untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Sekawan Cipta Karya



X.               Alat Penilaian
1.      Jenis Penilaian : Hasil pengumpulan tugas rumah yang telah diberikan
2.      Alat Penilaian  : Format Penilaian Kognitif.
Penilaian Kognitif Kelas XII IPA
No.
Nama Siswa
No. Soal
Jumlah Skor
Nilai
1
2
3
4
1







2







3







4







5







6







7







8







9







10
















                                                                                               
                        Mengetahui                                                            Subang, 7 Juni 2010
         Kepala  SMA Negeri 2 Subang                              Guru Mata Pelajaran Kimia Kelas XII
     


        Drs. Tata Itang Suleman, M.Pd.                                         Rofa Yulia Azhar, S.Pd.    
        NIP.                                                                                     NIP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda membantu memperbaiki kualitas blog ini.
thanks