I.
Standar Kompetensi
Memahami
sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul
II.
Kompetensi Dasar
Menjelaskan
kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari dalam
bidang pangan, sandang, papan, perdagangan, seni, dan estetika
III. Indikator Pembelajaran
- Mendeskripsikan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam bidang pangan
- Mendeskripsikan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam bidang sandang dan papan.
3.
Mendeskripsikan kegunaan dan komposisi senyawa
hidrokarbon dalam bidang seni dan estetika.
IV. Tujuan Pembelajaran
Aspek Kognitif
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat:
- Menjelaskan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam bidang pangan
- Menjelaskan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam bidang sandang dan papan.
3.
Menjelaskan kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon
dalam bidang seni dan estetika.
Aspek
Afektif
Terampil;
1.
Bertanya
2.
Menjawab
3.
Mengeluarkan pendapat
V.
Materi Pembelajaran
Komposisi
Kimia dalam Pangan
Senyawa
kimia yang diperlukan oleh tubuh diantaranya karbohidrat, protein, lemak
vitamin, mineral dan air. Karbohidrat merupkan senyawa makromolekul alam yang
disebut polisakarida (mengikat banyak sekali gugus gugus sakarida). Sakarida
atau tepatnya monosakarida merupakan molekul gula sederhana seperti glukosa, fruktosa
atau maltosa. Glukosa dalam tubuh diuraikan sehingga menghasilkan energi yang
digunakan tubuh untuk melakukan berbagai aktifitas. Protein merupakan senyawa
makromolekul alam yang terdiri atas 5000
sampai jutaan asam amino yang terikat. Protein merupakan bahan makanan yang
penting atau utama yang berfungsi dalam pertumbuhan dan pembentukan sel. Lemak merupakan
bahan pangan yang memiliki nilai kalori besar dan kelebihan lemak akan disimpan
sebagai bahan cadangan makanan dalam jaringan adipose dibawah kulit. Vitamin
merupakan senyawa kimia organik yang diperlukan dalam jumlah kecil tetapi harus
ada dalam makanan. Vitamin berperan dalam metabolisme sel, melakukan
pertumbuhan normal, dan memelihara kesehatan. Mineral berperan dalam mengatur
keseimbangan asam basa, mengatur tekanan osmotik, membantu transportasi
berbagai senyawa yang diperlukan tubuh dan dalam proses pertumbuhan. Serat
makanan merupakan bagian dari sel tanaman yang kita makan tetapi tidak dicerna oleh enzim. Berperan dalam menurunkan
kadar kolesterol dan memudahkan buang air besar. Karena tinja menjadi lembek.
Air berperan dalam mempertahan kan konsentrasi ion hidrogen, konsentrasi
elektrolit, tekanan osmotik, suhu dan keseimbangan lain dalam tubuh.
Komposisi
Kimia dalam sandang
Pakaian
dibuat dari bahan serat. Serat pakaian dapat digolongkan kedalam setar alam
(kapas dari tumbuhan, sutera, dan wol dari hewan), serat semisintesis (rayon),
serat sintesis (polimisa dan poliester)
Komposisi
Kimia dalam Papan
Kayu
mengandung senyawa utama selulosa yang termasuk golongan polisakarida dengan
monomer glukosa. Selulosa memiliki ikatan glukosa yang berbeda dibanding dengan
amilum pada beras. Semen mengandung senyawa kimia diantaranya trikalsium
silikat, dikalsium silikat, kalsiuma aluminat, dan tetra kalsium aluminoperat.
Selain itu juga terdapat senyawa anorganik yaitu kalsium oksida, silikon
dioksida, alumunium oksida, dan besi (III) oksida.
Cat terbagi menjadi
cat tembok, kayu, dan cat besi. Bahan baku cat tembok terdiri atas, kalsium
karbonat, titanium oksida, PVAC (Poli Vinil Acrylic), kaolin pigmen, pineoil,
dan air. Bahan baku cat kayu atau besi hamper sama dengan cat tembok, bedanya
ditambahkan lateks (getah karet) adapun pelarut yang digunakan adalah
terpentin.
Kaca bahan bakunya
terdiri atas pasir kaca atau kuarsa (pasir yang mengandung senyawa silicon
dioksida), soda abu, feld spar, boraks dan senyawa lain. Pipa pralon
merupakan senyawa polimer poli vinil klorida.
Komposisi
Kimia dalam Perdagangan
Bahan
logam yaitu besi, alumunium, dan tembaga.
Bahan
polimer, yaitu plastik
Bahan
kimia, yaitu asam sulfat, amoniak, dan asam klorida.
Komposisi
Kimia dalam Estetika; Kertas, kain kanpas, cat, sabun dan detergen.
VI. Sumber/Alat
Bantu
1)
Sumber :
-
Michael
Purba. 2007. Kimia untuk SMA kelas X. Erlangga. Jakarta
2) Alat Bantu :
Lembar Kerja Siswa (LKS)
VII.
Metode/ Pendekatan
Metode : Diskusi informasi,
ceramah, dan Tanya jawab
Pendekatan
: Contextual Teaching Learning (CTL)
VIII.
Langkah-langkah Pembelajaran
1.
Tatap
muka
|
Kegiatan
|
Langkah-Langkah
|
Alokasi Waktu
|
|
Awal
|
1. Salam, mencek kehadiran siswa, mengkondisikan
agar siswa siap belajar.
2. Menuliskan materi pokok dan tujuan pembelajaran
yang akan dipelajari (pada papan tulis atau media lainnya) tentang Senyawa
hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mencek prasyarat pengetahuan tentang senyawa
hidrokarbon
4. Motivasi : Pakaian
yang kita pakai, makanan yang kita makan, rumah dan segala macam perabotan,
senyawa kimia apakah yang terkandung di dalamnya?
|
10 menit
|
|
Inti
|
1. Tahap Situasional
-
Penegasan
kembali mengenai tujuan pembelajaran
-
Guru
memberikan informasi senyawa hidrokarbon dalam
kehidupan sehari-hari
-
Pembagian
kelompok, siswa dikelompokkan menjadi lima kelompok heterogen
masing – masing berjumlah 5-6 orang (sesuai dengan kelompok pada minggu
lalu).
-
Pengkondisian
siswa, instruksi pembelajaran dan pembagian lembar kerja.
2. Tahap eksplorasi
-
Siswa
mendiskusikan lembar kerja secara berkelompok mengenai sifat periodik unsur.
-
Kelompok
1 mendiskusikan mengenai komposisi kimia dalam
pangan.
-
Kelompok
2 mendiskusikan mengenai komposisi kimia dalam
sandang.
-
Kelompok
3 mendiskusikan mengenai komposisi kimia dalam
papan.
-
Kelompok
4 mendiskusikan mengenai komposisi kimia dalam
perdagangan.
-
Kelompok 5 mendiskusikan mengenai komposisi kimia dalam estetika.
3.
Tahap
Elaborasi
-
Siswa mendiskusikan tugas dari masing-masing kelompok.
4. Tahap Mengemukakan
-
Perwakilan dari tiap kelompok tersebut kemudian mempresentasikan hasil kerja
kelompoknya dengan pengundian terlebih dahulu.
-
Kelompok
yang terpilih yang akan maju.
|
65 menit
|
|
Akhir
|
-
Siswa
menanyakan hal-hal yang belum jelas
-
Guru
menuliskan kesimpulan/hasil dari pembelajaran di papan tulis.
-
Siswa
menuliskan hal-hal yang penting
-
Siswa
mengerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh guru.
|
15 menit
|
IX. Penilaian
1.
Prosedur
penilaian
1.1
Penilaian
Kognitif
Jenis :
Tes Tulis
Bentuk :
Uraian
1.2
Penilaian
Afektif
Bentuk :
Lembar pengamatan sikap siswa
2.
Instrumen
Penilaian
Penilaian Kognitif
1.
Tuliskan senyawa apakah yang
diperlukan oleh tubuh!
Jawab : karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral,
serat, dan air. (Skor 5)
2.
Serat pakaian apa sajakah yang
mengandung selulosa?
Jawab : serat yang mengandung
selulosa adalah serat kapas.
(skor 5)
3.
Sebutkan bahan-bahan untuk
membuat kaca?
Jawab : Kaca bahan bakunya terdiri atas pasir kaca atau kuarsa
(pasir yang mengandung senyawa silicon dioksida), soda abu, feld spar, boraks
dan senyawa lain. (Skor 10)
4.
Apakah sama antara kain kanpas
dengan kain katun?
Jawab : Tidak. Kain kanpas memiliki serat yang lebih
kasar dibandingkan dengan kain katun. Kaain kanvas terbuat dari serat tumbuhan
yang diperoleh dari batang pohon, tangkai, dan daun. Serat ini mengandung selulosa dengan kadar lebih
rendah dan kadar lignin yang lebih besar.
(Skor 10)
Penilaian Afektif
|
No
|
Aspek afektif yang
dinilai
|
Skor
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
|
1.
|
Kemampuan menanggapi permasalahan yang diajukan
guru
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Kemampuan bertanya dan menyusun pertanyaan
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Kemampuan menjawab pertanyaan yang diajukan guru
|
|
|
|
|
|
Skor maksimal =
15
Keterangan:
10
– 15 = baik sekali (A)
5
– 10 = baik (B)
1
– 5 = jelek (C)
Bandung, Oktober 2010
Guru pamong, Praktikan,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar anda membantu memperbaiki kualitas blog ini.
thanks