Satuan Pendidikan : SMA/MA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/ Semester : XI IPA
/ 2
Materi : Stoikiometri larutan
Waktu : 1
pertemuan (2 jam x 45)
I.
Standar Kompetensi
Memahami sifat-sifat larutan
asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya
II.
Kompetensi Dasar
Menghitung banyaknya pereaksi dan
hasil reaksi dalam larutan elektrolit dan hasil titrasi asam basa
III. Indikator
Menghitung banyaknya
pereaksi dan hasil reaksi dalam larutan elektrolit
IV. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menghitung
banyaknya pereaksi dan hasil reaksi dalam larutan elektrolit
V.
Materi Pembelajaran
Larutan elektrolit dapat
mengalami berbagai macam reaksi. Diantranya adalah reaksi antara asam dan basa,
dekomposisi rangkap dan reduksi oksidasi.
1. Senyawa-senyawa oksida
Senyawa-senyawa tyang
terbentuk antara suatu unsur dengan oksigen disebut oksida. Oksida dirumuskan
dengan A2Ox. Oksida dibedakan menjadi 4, yaitu:
a. Oksida Asam
Oksida asam adalah
oksida yang berasal dari unsur nonlogam yang dapat menghasilkan asam jika
direaksikan dengan air.
Oksida asam + H2O
→ asam
Oksida nonlogam dan
asamnya
|
Unsur
|
Oksida nonlogam
|
Nama Oksida Nonlogam
|
Rumus Asam
|
Nama Asam
|
|
B
C
Si
N
P
As
Sb
S
Cl
|
B2O3
CO2
SiO2
N2O3
N2O5
P2O3
P2O5
As2O3
As2O5
Sb2O3
Sb2O5
SO2
SO3
Cl2O
Cl2O3
Cl2O5
Cl2O7
|
Boron trioksida
Karbon dioksida
Silikon dioksida
Nitrogen trioksida
Nitrogen pentaoksida
Fosfor trioksida
Fosfor pentaoksida
Arsen trioksida
Arsen pentaoksida
Antimon trioksida
Antimon pentaoksida
Belerang dioksida
Belerang trioksida
Klor monoksida
Klor trioksida
Klor pentaoksida
Klor heptaoksida
|
H3BO3
H2CO3
H2SiO3
HNO2
HNO3
H3PO3
H3PO4
H3AsO3
H3AsO4
H2SbO3
H2SbO4
H2SO3
H2SO4
HClO
HClO2
HClO3
HClO4
|
Asam borat
Asam Karbonat
Asam silikat
Asam nitrit
Asam nitrat
Asam fosfit
Asam fosfat
Asam arsenit
Asam arsenat
Asam antimonit
Asam antimonat
Asam sulfit
Asam sulfat
Asam hipoklorit
Asam klorit
Asam klorat
Asam perklorat
|
b. Oksida Basa
Oksida basa adalah suatu
oksida logam yang dapat menghasilkan basa atau hidroksida apabila basa tersebut
direaksikan dengan air.
Oksida basa + H2O
→ basa
Oksida logam dan basanya
|
Unsur
|
Oksida logam
|
Nama Oksida logam
|
Rumus
Basa
|
Nama Basa
|
|
Na
K
Cu
Ag
Au
Mg
Ca
Hg
Mn
Co
Fe
|
Na2O
K2O
Cu2O
CuO
Ag2O
Au2O
Au2O3
MgO
CaO
Hg2O
HgO
MnO
CoO
Co2O3
FeO
|
Natriom Oksida
Kalium Oksida
Tembaga (I) Oksida
Tembaga (II) Oksida
Perak Oksida
Emas (I) Oksida
Emas (III)Oksida
Magnesium Oksida
Kalsium Oksida
Raksa (I) hidroksida
Raksa (II) Oksida
Mangan (II) Oksida
Kobalt (II) Oksida
Kobalt (III) Oksida
Besi (II) Oksida
|
NaOH
KOH
CuOH
Cu(OH)2
AgOH
AuOH
Au(OH)3
Mg(OH)2
Ca(OH)2
Hg2(OH)2
Hg(OH)2
Mn(OH)2
Co(OH)2
Co(OH)3
Fe(OH)2
|
Natrium hidroksida
Kalium hidroksida
Tembaga (I) hidroksida
Tembaga (II) hidroksida
Perak hidroksida
Emas (I) hidroksida
Emas (III) hidroksida
Magnesium hidroksida
Kalsium hidroksida
Raksa (I) hidroksida
Raksa (II) hidroksida
Mangan (II) hidroksida
Kobalt (II) hidroksida
Kobalt (III) hidroksida
Besi (II) hidroksida
|
c. Oksida Amfoter
Oksida Amfoter adalah
suatu oksida logam atau oksida metaloid yang dapat bersifat sebagai oksida asam
ataupun oksida basa.
Contoh: ZnO, PbO, SnO,
Al2O3, Sb2O3,Cr2O3,
dan GeO
d. Oksida Indeferen
Oksida Indeferen adalah
suatu oksida logam atau oksida nonlogam yang bukan tergolong oksida asam, dan
bukan pula tergolong oksida basa.
Contoh: H2O,
CO, N2O, PbO2, MnO2, NO2, dan NO.
2. Reaksi – reaksi dalam larutan elektrolit
a. Reaksi antara asam dengan basa
1. Asam + Basa → Garam + H2O
Contoh: NaOH + HCl →
NaCl + H2O
2. Oksida Basa + Asam → garam + H2O
Contoh: Na2O
+ H2SO4 → Na2SO4 + H2O
3. Basa + Oksida Asam → garam + H2O
Contoh: 2KOH + N2O5
→ 2 KNO3 + H2O
4. Oksida basa + Oksida Asam → garam
Contoh:
CaO + N2O5 → Ca(NO3)2
5. Khusus Amonia dengan asam
menghasilkan garam ammonium
Contoh: NH3 +
HBr → NH4Br
b. Reaksi Dekomposisi Rangkap
AB + CD → AD + CB
Senyawa reaktan dapat
berupa asam, basa, atau garam. Adapun senyawa produk harus memenuhi salah satu
criteria berikut
-
Merupakan
elektrolit yang lebih lemah dari reaktan
-
Sukar
larut dalam air
-
Tidak
Stabil
b. Reaksi Reduksi Oksidasi
Reaksi reduksi oksidasi
yaitu reaksi yang diikuti perubahan bilangan oksidasi
Reaksi redoks terdiri
dari dua jenis:
- reaksi logam dengan asam kuat encer
Contoh: Zn + 2HCl → ZnCl2
+ H2
- reaksi logam dengan garam
Contoh: Mg + CuSO4 →
Cu + MgSO4
VI. Sumber / Alat Bantu
Sumber :
Buku kimia SMA kelas XI karangan Sri Sudiono penerbit intan pariwara, LKS
VII. Metode /Pendekatan
1. Metode : Diskusi, tanya jawab,
2. Pendekatan : Cooperative Learning
VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Tatap Muka
|
Rincian
Kegiatan
|
Waktu
|
|
a. Pendahuluan
o Prasyarat
: Rumus kimia, konsep mol
o Motivasi
: Bagaimana cara menentukan komposisi suatu zat pada suatu persamaan reaksi
kimia?
b. Kegiatan
Inti
Tahap eksplorasi
Tahap
elaborasi
c. Penutup
o Siswa menyimpulkan
tentang penentuan komposisi zat
o Gurumemberikan
kuis
|
5’
5’
10’
10’
15’
25’
10’
10’
|
2. Tugas Terstruktur : Kuis
IX. Penilaian
1. Prosedur Penilaian: Kuis
2. Instrumen Penilaian
Ø Tentukanlah volume gas hydrogen
(STP) yang diperoleh pada reaksi 0,65 gram seng dengan larutan asam klorida
encer?
Ø Logam Fe sebanyak 0,2 gram
direaksikan dengan 300 ml larutan H2SO4 1 M. persamaan
reaksinya sebagai berikut:
Fe + H2SO4
→ Fe2(SO4)3 + H2
Tentukan pereaksi yang
habis bereaksi dan volume gas hydrogen?
Ø Sebanyak 26,5 gram campuran BaO
dengan CaO memerlukan HCl 4 M. Bagaimana susunan camuran tersebut?
Ø Berapakah massa NaCl yang terdapat dalam larutan NaCl
yang bereaksi dengan AgNO3 yang dapat membentuk 1,435 gram endapan
AgCl?
Ø Tentukan volume larutan H2SO4
yang diperlukan untuk melarutkan 0,54 gram aluminium sampai habis?
3. Pedoman Penilaian
Masing-masing soal
skornya : 20, Skor maksimum = 20 x 5 = 100
Nilai maksimum = 100
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar anda membantu memperbaiki kualitas blog ini.
thanks