Pages

Selasa, 05 Juni 2012

RPP Hidrolisis


Satuan Pendidikan      : SMA/MA
Mata Pelajaran            : Kimia
Kelas/ Semester           : XI IPA / 2
Materi                          : Hidrolisis
Waktu                         : 2  pertemuan (4 jam x 45)

I.             Standar Kompetensi
Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya
II.          Kompetensi Dasar
Menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air dan pH larutan garam tersebut
III.       Indikator
Pertemuan ke-1
1.      Menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis melalui percobaan
Pertemuan ke-2
2.      Menghitung pH larutan yang mengalami hidrolisis
IV.       Tujuan Pembelajaran
Pertemuan ke-1
1.      Siswa dapat menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis melalui percobaan
Pertemuan ke-2
2.      Siswa dapat menghitung pH larutan yang mengalami hidrolisis
V.          Materi Pembelajaran
Larutan garam yang terbentuk dari reaksi antara asam dan basa tidak selalu bersifat netral, tetapi tergantung dari peruraiannya di dalam air. Di dalam air, garam akan terurai sehingga ion positif dan ion negatif dari garam akan bereaksi dengan air membentuk asam dan basa asalnya.
Berdasarkan penyusunannya garam dibedakan menjadi 4, yaitu:
1.      Garam dari asam kuat dan basa kuat
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak dapat bereaksi dengan air membentuk asam dan basa asalnya sehingga garam ini tidak mengalami reaksi hidrolisis atau tidak terhidrolisis. Akibatnya pH larutan tersebut sama dengan pH air = 7
2.      Garam dari asam kuat dan basa lemah
Larutan yang berasal dari asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian. Hal ini karena ion positif dari basa penyusunnya akan berikatan dengan OH dan air membentuk basa. Keadaan ini mengakibatkan berkurangnya [OH] dan [H+] menjadi lebih besar sehingga larutan bersifat asam dan pH < 7.
Secara umum dirumuskan sebagai berikut:
[H+] =
[G] = kation garam
3.      Garam dari asam lemah dan basakuat
Larutan yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian. Hal ini karena ion negatif dari garam penyusunnya akan berikatan dengan H+ yang berasal dari ionisasi air membentuk asam. Keadaan ini mengakibatkan berkurangnya [H+] dan [OH] menjadi lebih besar sehingga larutan bersifat basa dan pH > 7.
Secara umum dirumuskan sebagai berikut:
[OH-] =                 [G] = kation garam
4.      Garam dari asam lemah dan basa lemah
Garam jenis ini jika dilarutkan dalam air akan mengalami hidrolisis total. Hal ini dikarenakan ion positif dan negatif yang terbentuk dari proses ionisasi garam cenderung berikatan dengan ion-ion OH- dan H+ dari air dan menghasilkan basa dan asamnya kembali. pH garam dari asam lemah dan basa lemah tergantung dari harga Ka dan Kb dari asam dan basa pembentuk garamnya.
 [H+] =

VII.    Sumber / Alat Bantu
1.      Sumber         : Buku kimia SMA kelas XI karangan Sri Sudiono penerbit intan pariwara, LKS
2.      Alat Bantu   : alat – alat praktikum
VII.    Metode /Pendekatan
1.      Metode         : Diskusi, Tanya Jawab, Praktikum
2.      Pendekatan  : Keterampilan Proses
VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
1.      Tatap Muka
Rincian Kegiatan
Waktu
Pertemuan ke-1
a.       Pendahuluan
o   Prasyarat : larutan asam dan basa
o   Motivasi : apakah reaksi dari asam atau basa selalu menghasilkan garam yang netral?
b.      Kegiatan Inti
  • Siswa dikelompokan menjadi lima kelompok
  • Siswa menyimak penjelasan tentang langkah kerja percobaan menentukan jenis garam
  • Siswa melakukan percobaan menentukan jenis garam
  • Siswa mendiskusikan hasil pengamatan
c.       Penutup
o   Siswa menyimpulkan hasil percobaan
Pertemuan ke-2
a.       Pendahuluan
o   Prasyarat : larutan asam dan basa, rumus pH
o   Motivasi : Bagaimana pH larutan yang mengalami hidrolisis?
b.      Kegiatan Inti
Tahapeksplorasi
  • Siswa berdiskusi menjelaskan jenis-jenis garam yang mengalami hidrolisis
  • Siswa mengerjakan latihan soal menentukan pH larutan yang mengalami hidrolisis
  • Siswa membahas latihan soal
Tahap elaborasi
  • Siswa dengan bantuan bimbingan guru mempresentasikan hasil kerhanya dalam menyelesaikan soal-soal
Tahap Konfirmasi
  • Guru mengarahkan siswa untuk memahami konsep hidrolisis
c.       Penutup
o   Siswa menyimpulkan tentang hidrolisis garam



5’
5’


5’
5’

40’
20’

5’


5’
5’

10’
40’

20’

5’

2.      Tugas Terstruktur : kuis
3.      Tugas Tidak Terstruktur : mencari informasi tentang larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup
IX.       Penilaian
1.      Prosedur Penilaian: laporan hasil praktikum
2.      Instrumen Penilaian :
Ø  Berapa gram natrium benzoate C6H5COONa yang harus dilarutkan dalam air untuk mendapatkan 250 ml larutan garam yang pH-nya 8,5?(Ka C6H5COOH = 6 x 10-5)
Ø  Tentukan pH larutan yang terjadi jika 500 mL CH3COOH 1,8 M dicampur dengan 500 ml KOH 1,8 M, jika diketahui Ka CH3COOH = 1,8 x 10­-5?
Ø  Berapakah pH larutan yang terjadi jika 4,32 gram natrium benzoate dilarutkan dalam air sampai volumenya 500 ml ?(Ka C6H5COOH = 6 x 10-5)
Ø  Sebanyak 0,01 mol asam asetat dicampur dengan 0,01 mol NH4OH ternyata derajat hidrolisis garam tersebut 0,5%. Jika Kb NH4OH = 1,8 x 10­-5, berapakah pH larutan tersebut?
Ø  100 ml asam lemah HA 0,1 M mempunyai pH = 3 dicampur dengan 100 ml NaOH 0,1 M berpakah pH campuran tersebut?


3.      Pedoman Penilaian
Masing-masing soal skornya adalah 20, Skor / Nilai maksimum = 20 x 5 = 100

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda membantu memperbaiki kualitas blog ini.
thanks