I.
Standar Kompetensi
Memahami
sifat-sifat larutan non-elektrolit dan
elektrolit, serta reaksi oksidasi-redukasi
II.
Kompetensi Dasar
Menjelaskan
perkembangan konsep reaksi oksidasi- reduksi dan hubungannya dengan tata nama
senyawa serta penerapannya.
III. Indikator Pembelajaran
- Membedakan konsep oksidasi reduksi ditinjau dari penggabungan dan pelepasan oksigen, pelepasan dan penerimaan elektron, serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi
- Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion.
- Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks
- Memberi nama senyawa menurut IUPAC
- Mendeskripsikan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan
IV. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan
Ke-1
Aspek
Kognitif
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat:
1.
Menyebutkan
pengertian oksidasi dan reduksi
2.
Membedakan
konsep oksidasi reduksi ditinjau dari penggabungan dan pelepasan oksigen,
pelepasan dan penerimaan elektron, serta peningkatan dan penurunan bilangan
oksidasi
Pertemuan Ke-2
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat:
1.
Menjelaskan bilangan
oksidasi
2.
Menentukan bilangan
oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion.
3.
Menentukan
oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks
4.
Menentukan
jenis reaksi redoks atau bukan redoks
Pertemuan
Ke-3
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat:
1.
Menuliskan nama IUPAC
senyawa-senyawa
2.
Menentukan
penamaan senyawa biner (senyawa ion) yang terbentuk dari tabel kation dan anion
serta memberi namanya dalam diskusi kelompok
Pertemuan Ke -4
Setelah mempelajari materi ini,
diharapkan siswa dapat:
Menjelaskan konsep redoks untuk memecahkan masalah
lingkungan dalam diskusi kelompok dikelas.
Aspek
Afektif
Terampil;
1.
Bertanya
2.
Menjawab
3.
Mengeluarkan pendapat
V.
Materi Pembelajaran
Berdasarkan
perkembangannya, konsep oksidasi reduksi dijelaskan dari beberapa hal berikut.
1.
Penggabungan
dan pelepasan oksigen
Oksidasi adalah peristiwa penggabungan
suatu zat dengan oksigen, seperti yang ditunjukkan pada persamaan reaksi
berikut.
2 Fe
+ O2 2 FeO
4 Fe
+ 3 O2 2 Fe2O3
Reduksi adalah proses pengambilan
atau pelepasan oksigen dari suatu zat.
2 FeO
+ C 2 Fe + CO2
2.
Pelepasan
dan penerimaan oksigen
Oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron.
Zn Zn2+ + 2e
Reduksi
adalah reaksi penerimaan atau penangkapan elektron.
Dilihat dari
penyimpanan elektronnya, maka:
|
·
Reaksi
oksidasi, elektron di ruas kanan
·
Reaksi
reduksi, elektron di ruas kiri
|
Zat yang mengalami oksidasi (melepaskan elektron)
disebut reduktor (pereduksi), sebab menyebabkan zat lain mengalami reduksi
(menangkap elektron). Sebaliknya, zat yang mengalami reduksi disebut oksidator
(pengoksidasi).
Zat teroksidasi menjadi Zn 2+, maka Zn
merupakan reduktor, sedangkan Cu2+ tereduksi menjadi Cu maka
merupakan oksidator.
3.
Bilangan
Oksidasi
Bilangan oksidasi didefinisikan sebagai muatan
yang dimiliki suatu atom jika elektron diberikan pada atom lain yang
keelektronegatifannya besar.
Untuk menentukan bilangan oksidasi berbagai atom
unsur dalam senyawanya disusun aturan sebagai berikut.:
a.
Bilangan
oksidasi atom unsur dalam keadaan unsur bebasnya adalah nol. Contohnya:
Bilangan oksidasi atom fosfor dalam P4 adalah 0
Bilangan oksidasi S dalam S8 adalah 0
Bilangan oksidasi O dalam O2 adalah 0
b.
Bilangan
oksidasi ion mono atom sama dengan muatan ionnya. Contohnya: Ion Na+
bilangan oksidasinya = +1
c.
Jumlah
bilangan oksidasi semua atom dalam senyawa adalah nol untuk ion poliatom,
jumlah bilangan oksidasi atom-atom pembentuk ion tersebut harus sama dengan
muatan ion poliatom tersebut. Contohnya: jumlah bilangan oksidasi atom H dan
atom dalam H2O adalah nol
d.
Dalam
senyawanya, atom F selalu mempunyai bilangan oksidasi -1
e.
Atom
unsur golongan IA mempunyai bilangan oksidasi +1
f.
Atom
unsur golongan IIA mempunyai bilangan oksidasi +2
g.
Atom
unsur golongan VIIA mempunyai bilangan oksidasi -1 dalam senyawa biner dengan
logam-logam. Contohnya: bilangan olsidasi atom Cl dalam FeCl3, CrCl3
dan NaCl adalah -1.
h.
Dalam
senyawanya, atom H mempunyai bilangan oksidasi +1, kecuali dalam senyawa
hidrida logam atom H mempunyai bilangan oksidasi -1. Contohnya: bilangan
oksidasi atom H adalah +1, dalam NH3,HCl, dan H2O.
i.
Oksigen
umumnya bilangan oksidasinya -2, dengan kekecualian: dalam senyawa biner dengan
F, O mempunyai bilangan oksidasi +2; dalam peroksida, misalnya ion O-2(BaO2
atau H2O2) bilangan oksidasi atom oksigen ialah -1.
4.
Konsep
oksidasi-reduksi berdasarkan bilangan oksidasi
Ditinjau dari sudut bilangan oksidasi, reaksi redoks
bercirikan perubahan bilangan oksidasi. Sebagai contoh reaksi antara logam seng
dengan larutan tembaga (II) sulfat.
Dari bilangan oksidasi 0 (unsur bebasnya), seng
berubah menjadi seng dengan bilangan oksidasi +2. Sementara itu, tembaga
berubah dari bilangan oksidasi +2 menjadi 0. Jadi, pada reaksi di atas, seng
mengalami reaksi oksidasi dan ion Cu2+ mengalami reaksi reduksi.
Dengan demikian dapat dirumuskan definisi reaksi
oksidasi dan reduksi sebagai berikut.
Oksidasi = penambahan (naiknya) bilangan oksidasi
Reduksi = pengurangan (turunnya) bilangan oksidasi
5.
Tata
nama IUPAC berdasarkan bilangan oksidasi
Untuk senyawa-senyawa yang mengandung logam, yang
pada umumnya tersusun dari ion-ion, nama kation logam disebutkan terlebih dahulu
dan diikuti nama anion tanpa menyebut jumlah ion-ion.
Contohnya: K2S = kalium sulfida
BaO = barium oksida
FeCl2 = besi (II) klorida
FeCl3 = besi (III) klorida
Untuk senyawa-senyawa yang tidak mengandung logam,
digunakan awalan angka Yunani untuk menyebutkan jumlah masing-masing atom,
(kecuali awalan mono untuk atom yang di depan tidak perlu disebutkan).
Contohnya: N2O = dinitrogen monoksida
NO = nitrogen monoksida
Berdasarkan bilangan oksidasi tanpa menyebutkan
jumlah atom-atom, aturan IUPAC ditetapkan untuk penentuan nama senyawa-senyawa
di atas sebagai berikut:
N2O =
nitrogen (I) oksida
NO = nitrogen
(II) oksida
6.
Penerapan
Larutan Elektrolit dan Redoks
Diantara penerapan konsep larutan elektrolit dan
reaksi redoks antara lain dalam proses pembersihan air minum dari Lumpur dan
kuman penyakit pada perusahaan air minum (PAM).
VI. Sumber/Alat Bantu
1.
Sumber :
-
Michael
Purba. 2007. Kimia untuk SMA kelas X. Erlangga. Jakarta
2.
Alat bantu :
Carta bilangan oksidasi
VII. Metode/ Pendekatan
Pendekatan : Pendekatan Konsep
Metode
: Demonstrasi, diskusi
informasi, dan tanya jawab
VIII.
Langkah-langkah
Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
1.
Tatap
muka
|
Kegiatan
|
Langkah-langkah
|
Alokasi Waktu
|
|
Awal
|
1.
Tadarus, Mencek
kehadiran siswa, mengkondisikan agar siswa siap belajar.
2. Menuliskan
materi pokok dan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari (pada papan tulis
atau media lainnya) tentang konsep oksidasi dan reduksi
3. Mencek
prasyarat tentang tatanama dan persamaan reaksi
4.
Motivasi : Pernahkan melihat permukaan
apel yang sudah digigt atau diiris? Mengapa warna permukaan apel yang sudah
digigit tersebut berubah menjadi kecoklatan? Apa yang terjadi?
|
10
menit
|
|
Inti
|
1. Tahap
Situasional
-
Penegasan kembali mengenai tujuan pembelajaran
-
Guru memberikan informasi mengenai konsep reduksi-oksidasi
-
Guru melakukan demonstrasi reaksi pembakaran pita magnesium
-
Pembagian kelompok, siswa dikelompokkan menjadi delapan kelompok
-
Pengkondisian siswa, instruksi pembelajaran, dan
pembagian lembar kerja.
2. Tahap
eksplorasi
-
Siswa mendiskusikan lembar kerja secara berkelompok
mengenai reaksi
reduksi-oksidasi
3.
Tahap Elaborasi
-
Siswa bekerja dalam kelompok,
mengisi lembar kerja yang diberikan oleh guru
-
Tiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya
di depan kelas.
-
Siswa dari kelompok lainnya menganalisa hasil kerja kelompok yang dipresentasikan.
4.
Konfirmasi
-
Guru menjelaskan konsep
redoks
-
Guru menjelaskan mengenai redoks berdasarkan
penggabungan dan pelepasan oksigen
-
Guru menjelaskan mengenai redoks berdasarkan perubahan
bilangan oksidasi
-
Siswa menyimak penjelasan
guru
|
70
menit
|
|
Akhir
|
-
Guru memberi penguatan
konsep tentang reaksi redoks
-
Guru dan siswa membuat kesimpulan
tentang reaksi redoks
-
Siswa menuliskan hal yang
penting
-
Siswa memperoleh tugas membuat laporan demonstrasi
-
Siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh
guru
|
10
|
Kegiatan Mandiri Terstruktur
Membuat
Laporan Demonstrasi
Pertemuan Ke-2
1.
Tatap
muka
|
Kegiatan
|
Langkah-langkah
|
Alokasi Waktu
|
|
Awal
|
1.
Mencek kehadiran siswa,
mengkondisikan agar siswa siap belajar.
2. Menuliskan
materi pokok dan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari (pada papan tulis
atau media lainnya) tentang bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion
3. Mencek
prasyarat tentang tatanama, persamaan reaksi dan bilangan oksidasi
4.
Motivasi : Berapakah harga bilangan
oksidasi atom H dan O dalam H2O
|
10
menit
|
|
Inti
|
1. Tahap
Situasional
-
Penegasan kembali mengenai tujuan pembelajaran
-
Guru menjelaskan mengenai bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion dan
penentuan reduktor-oksidator.
-
Pembagian kelompok, siswa dikelompokkan menjadi delapan kelompok
-
Pengkondisian siswa dan instruksi pembelajaran
2. Tahap
eksplorasi
-
Siswa mengerjakan soal latihan secara berkelompok mengenai penentuan bilangan oksidasi
atom unsure dalam senyawa atau ion
3.
Tahap Elaborasi
-
Siswa bekerja dalam kelompok, mengerjakan
latihan yang diberikan oleh guru
-
Tiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya
di depan kelas.
-
Siswa dari kelompok lainnya menganalisa hasil kerja kelompok yang dipresentasikan.
4.
Tahap Konfirmasi
-
Siswa dari kelompok lainnya menganalisa
hasil kerja kelompok yang
dipresentasikan.
|
70
menit
|
|
Akhir
|
-
Guru memberi penguatan
konsep tentang penetuan reduktor dan oksidator
-
Guru dan siswa membuat
simpulan tentang penentuan bilangan oksidasi
-
Siswa menuliskan hal yang
penting
-
Siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh
guru
|
10
|
Kegiatan
Mandiri Tidak Terstruktur
·
Mengerjakan latihan soal bilangan
oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion
Pertemuan Ke-3
1.
Tatap
muka
|
Kegiatan
|
Langkah-langkah
|
Alokasi Waktu
|
|
Awal
|
1.
Mencek kehadiran siswa,
mengkondisikan agar siswa siap belajar.
2. Menuliskan
materi pokok dan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari (pada papan tulis
atau media lainnya) tentang tata nama IUPAC berdasarkan bilangan oksidasi
3. Mencek
prasyarat tentang tatanama, persamaan reaksi dan bilangan oksidasi
4.
Motivasi : Obat sakit maag
mengandung Mg(OH)2. Apa nama senyawa tersebut?
|
10
menit
|
|
Inti
|
1.
Tahap Situasional
-
Penegasan kembali mengenai tujuan pembelajaran
-
Guru menjelaskan mengenai bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion dan
penentuan reduktor-oksidator.
-
Pembagian kelompok, siswa dikelompokkan menjadi lima kelompok
-
Pengkondisian siswa dan instruksi pembelajaran
2. Tahap
eksplorasi
-
Siswa mengerjakan soal latihan secara berkelompok mengenai tata nama senyawa menurut
IUPAC
3.
Tahap Elaborasi
-
Siswa bekerja dalam kelompok, mengerjakan
latihan yang diberikan oleh guru
-
Tiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya
di depan kelas.
-
Siswa dari kelompok lainnya menganalisa hasil kerja kelompok yang dipresentasikan.
4.
Tahap
Konfirmasi
-
Siswa dari kelompok lainnya menganalisa hasil kerja kelompok yang dipresentasikan.
-
Guru menjelaskan tentang tata nama senyawa biner dan poliatomik menurut
IUPAC
|
70
menit
|
|
Akhir
|
-
Guru memberi penguatan
konsep tentang tata nama senyawa menurut IUPAC
-
Guru dan siswa membuat kesimpulan
tentang materi yang sudah dipelajari.
-
Siswa menuliskan hal yang
penting
-
Siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh
guru
|
10
|
Tugas
Mandiri Terstruktur
·
Mengerjakan latihan
soal dari LKS
Pertemuan Ke-4
1.
Tatap
muka
|
Kegiatan
|
Langkah-langkah
|
Alokasi Waktu
|
|
Awal
|
1.
Mencek kehadiran siswa,
mengkondisikan agar siswa siap belajar.
2. Menuliskan
materi pokok dan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari (pada papan tulis
atau media lainnya) tentang aplikasi redoks dalam memecahkan masalah
lingkungan
3. Mencek
prasyarat tentang tatanama, persamaan reaksi, bilangan oksidasi, oksidator
dan reduktor.
4.
Motivasi : Bagaimanakah
penerapan konsep larutan elektrolit dan reaksi redoks dalam kehidupan
sehari-hari
|
10
menit
|
|
Inti
|
1.
Tahap Situasional
-
Penegasan kembali mengenai tujuan pembelajaran
-
Guru memberikan informasi mengenai aplikasi reaksi redoks dalam
memecahkan masalah lingkungan
-
Pembagian kelompok, siswa dikelompokkan menjadi lima kelompok
-
Pengkondisian siswa dan instruksi pembelajaran
-
Masing-masing kelompok diberikan tugas untuk mendiskusikan
aplikasi reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari
2. Tahap
eksplorasi
-
Siswa mengerjakan tugas secara berkelompok mengenai aplikasi redoks dalam
kehidupan sehari-hari.
3.
Tahap Elaborasi
-
Siswa bekerja dalam kelompok,
mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
-
Tiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya
di depan kelas.
-
Siswa dari kelompok lainnya menganalisa hasil kerja kelompok yang dipresentasikan.
4.
Tahap
Konfirmasi
-
Siswa dari kelompok lainnya menganalisa
hasil kerja kelompok yang
dipresentasikan.
|
70
menit
|
|
Akhir
|
-
Guru memberi penguatan
konsep tentang aplikasi redoks dalam kehidupan sehari-hari
-
Guru dan siswa membuat
kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari.
-
Siswa menuliskan hal yang
penting
-
Siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh
guru
|
10
|
Tugas Mandiri
Terstruktur
·
Mengerjakan LKS
IX. Penilaian
1.
Prosedur
penilaian
1.1 Penilaian
Kognitif
Jenis :
Tes Tulis
Bentuk :
Uraian
1.2 Penilaian
Afektif
Bentuk :
Lembar pengamatan sikap siswa
2
Instrumen
Penilaian
Penilaian Kognitif
|
No
|
Soal
|
Jenjang
|
Skor
|
|
1.
2.
3.
4.
|
Apa yang
dimaksud dengan reaksi redoks, Berdasarkan:
a.
Pelepasan
dan penggabungan oksigen
b.
Serah
terima elektron
c.
Perubahan
biloks.
Jawab :
a.
Reaksi
oksidasi adalah reaksi penggabungan oksigen dari suatu zat yang mengandung
oksigen. Sedagkan reaksi reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen dari suatu
zat yang mengandung oksigen
b.
Reaksi
oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron, sedangkan reaksi reduksi adalah
reaksi penangkapan oksigen.
c.
Reaksi
oksidasi adalah reaksi kenaikan harga biloks, sedangkan reaksi oksidasi
adalah reaksi penurunan harga biloks.
Tentukan
biloks unsur C dan Fe dari senyawa berikut:
a. CH4 b. Fe2O3
jawaban:
a.
CH4: biloks H = +1
Biloks CH4 = 0
Biloks C + 4.biloks H = 0
Biloks C + 4. (+1) = 0
Biloks C = -4
b.
Fe2O3
: biloks O = -2
Biloks Fe2O3 = 0
2.Biloks Fe + 3. biloks O = 0
2.Biloks Fe + 3. (-2) = 0
2.Biloks Fe = +6
Biloks Fe = +3
Tentukan
reduktor, oksidator, hasil oksidasi dan hasil reduksi pada reaksi berikut
ini!
CuO(s) + H2(g)
→ Cu (s)
+ H2O(g)
Jawab :
+2 0 0 +1
Reduksi oksidasi
Reduktor adalah H2
Oksidator
adalah CuO
Hasil
oksidasi adalah H2O
Hasil
reduksi adalah Cu
Tuliskan nama IUPAC senyawa
berikut!
a.
CuO
b.
FeSO4
c.
N2O
d.
P2O5
Jawab :
a.
Tembaga (II) oksida
b.
Besi (II) sulfat
c.
Nitrogen (I) oksida
d.
Fosforus (V) oksida
|
C1
C2
C2
C1
|
20
30
30
20
|
Penilaian Afektif
|
No
|
Aspek afektif yang
dinilai
|
Skor
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
|
1.
|
Kemampuan menanggapi permasalahan yang diajukan guru
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Kemampuan bertanya dan menyusun pertanyaan
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Kemampuan menjawab pertanyaan yang diajukan guru
|
|
|
|
|
|
Skor mak= 15
Keterangan:
10
– 15 = baik sekali (A)
5
– 10 = baik (B)
1
– 5 = jelek (C)
Bandung, Oktober 2010
Guru pamong, Praktikan,
Ijin copas ya min...
BalasHapus