Pages

Kamis, 28 Juni 2012

RPP Reaksi Oksidasi dan Reduksi


I.       Standar Kompetensi
Memahami sifat-sifat  larutan non-elektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-redukasi
II.    Kompetensi Dasar
Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi- reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya.
III. Indikator Pembelajaran
  1. Membedakan konsep oksidasi reduksi ditinjau dari penggabungan dan pelepasan oksigen, pelepasan dan penerimaan elektron, serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi
  2. Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion.
  3. Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks
  4. Memberi nama senyawa menurut IUPAC
  5. Mendeskripsikan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan
IV. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Aspek Kognitif
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat:
1.         Menyebutkan pengertian oksidasi dan reduksi
2.         Membedakan konsep oksidasi reduksi ditinjau dari penggabungan dan pelepasan oksigen, pelepasan dan penerimaan elektron, serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi
Pertemuan Ke-2
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat:
1.      Menjelaskan bilangan oksidasi
2.      Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion.
3.      Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks
4.      Menentukan jenis reaksi redoks atau bukan redoks
Pertemuan Ke-3
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat:
1.      Menuliskan nama IUPAC senyawa-senyawa
2.      Menentukan penamaan senyawa biner (senyawa ion) yang terbentuk dari tabel kation dan anion serta memberi namanya dalam diskusi kelompok
 Pertemuan Ke -4
 Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat:
Menjelaskan konsep redoks untuk memecahkan masalah lingkungan dalam diskusi kelompok dikelas.
Aspek Afektif
Terampil;
1.      Bertanya
2.      Menjawab
3.      Mengeluarkan pendapat
V.    Materi Pembelajaran
Berdasarkan perkembangannya, konsep oksidasi reduksi dijelaskan dari beberapa hal berikut.
1.                                                            Penggabungan dan pelepasan oksigen
Oksidasi adalah peristiwa penggabungan suatu zat dengan oksigen, seperti yang ditunjukkan pada persamaan reaksi berikut.
2 Cu   +   O2                                     2 CuO
2 Fe    +   O2                                     2 FeO
4 Fe    +  3 O2                                  2 Fe2O3
            Reduksi adalah proses pengambilan atau pelepasan oksigen dari suatu zat.
2 FeO    +  C                                    2 Fe + CO2
CuO    +  H2                                     Cu + H2O

2.                                                            Pelepasan dan penerimaan oksigen
Oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron.
Contohnya:     Na                   Na+   + e
                        Zn                    Zn2+  + 2e
            Reduksi adalah reaksi penerimaan atau penangkapan elektron.
            Contohnya:     K+  + e                         K
Dilihat dari penyimpanan elektronnya, maka:
·         Reaksi oksidasi, elektron di ruas kanan
·         Reaksi reduksi, elektron di ruas kiri
Zat yang mengalami oksidasi (melepaskan elektron) disebut reduktor (pereduksi), sebab menyebabkan zat lain mengalami reduksi (menangkap elektron). Sebaliknya, zat yang mengalami reduksi disebut oksidator (pengoksidasi).
Untuk reaksi: Zn + Cu2+                       Zn2+ + Cu
Zat teroksidasi menjadi Zn 2+, maka Zn merupakan reduktor, sedangkan Cu2+ tereduksi menjadi Cu maka merupakan oksidator.
3.                                                            Bilangan Oksidasi
Bilangan oksidasi didefinisikan sebagai muatan yang dimiliki suatu atom jika elektron diberikan pada atom lain yang keelektronegatifannya besar.
Untuk menentukan bilangan oksidasi berbagai atom unsur dalam senyawanya disusun aturan sebagai berikut.:
a.       Bilangan oksidasi atom unsur dalam keadaan unsur bebasnya adalah nol. Contohnya: Bilangan oksidasi atom fosfor dalam P4 adalah 0
Bilangan oksidasi S dalam S8 adalah 0
Bilangan oksidasi O dalam O2 adalah 0
b.      Bilangan oksidasi ion mono atom sama dengan muatan ionnya. Contohnya: Ion Na+ bilangan oksidasinya = +1
c.       Jumlah bilangan oksidasi semua atom dalam senyawa adalah nol untuk ion poliatom, jumlah bilangan oksidasi atom-atom pembentuk ion tersebut harus sama dengan muatan ion poliatom tersebut. Contohnya: jumlah bilangan oksidasi atom H dan atom dalam H2O adalah nol
d.      Dalam senyawanya, atom F selalu mempunyai bilangan oksidasi -1
e.       Atom unsur golongan IA mempunyai bilangan oksidasi +1
f.       Atom unsur golongan IIA mempunyai bilangan oksidasi +2
g.      Atom unsur golongan VIIA mempunyai bilangan oksidasi -1 dalam senyawa biner dengan logam-logam. Contohnya: bilangan olsidasi atom Cl dalam FeCl3, CrCl3 dan NaCl adalah -1.
h.      Dalam senyawanya, atom H mempunyai bilangan oksidasi +1, kecuali dalam senyawa hidrida logam atom H mempunyai bilangan oksidasi -1. Contohnya: bilangan oksidasi atom H adalah +1, dalam NH3,HCl, dan H2O.
i.        Oksigen umumnya bilangan oksidasinya -2, dengan kekecualian: dalam senyawa biner dengan F, O mempunyai bilangan oksidasi +2; dalam peroksida, misalnya ion O-2(BaO2 atau H2O2) bilangan oksidasi atom oksigen ialah -1.
4.      Konsep oksidasi-reduksi berdasarkan bilangan oksidasi
Ditinjau dari sudut bilangan oksidasi, reaksi redoks bercirikan perubahan bilangan oksidasi. Sebagai contoh reaksi antara logam seng dengan larutan tembaga (II) sulfat.
Zn + Cu2+                                Zn 2+ + Cu
Dari bilangan oksidasi 0 (unsur bebasnya), seng berubah menjadi seng dengan bilangan oksidasi +2. Sementara itu, tembaga berubah dari bilangan oksidasi +2 menjadi 0. Jadi, pada reaksi di atas, seng mengalami reaksi oksidasi dan ion Cu2+ mengalami reaksi reduksi.
Dengan demikian dapat dirumuskan definisi reaksi oksidasi dan reduksi sebagai berikut.
Oksidasi = penambahan (naiknya) bilangan oksidasi
Reduksi = pengurangan (turunnya) bilangan oksidasi
5.      Tata nama IUPAC berdasarkan bilangan oksidasi
Untuk senyawa-senyawa yang mengandung logam, yang pada umumnya tersusun dari ion-ion, nama kation logam disebutkan terlebih dahulu dan diikuti nama anion tanpa menyebut jumlah ion-ion.
Contohnya:     K2S      = kalium sulfida
                        BaO     = barium oksida
                        FeCl2    = besi (II) klorida
                        FeCl3   = besi (III) klorida
Untuk senyawa-senyawa yang tidak mengandung logam, digunakan awalan angka Yunani untuk menyebutkan jumlah masing-masing atom, (kecuali awalan mono untuk atom yang di depan tidak perlu disebutkan).
Contohnya:     2O     = dinitrogen monoksida
                        NO      = nitrogen monoksida
Berdasarkan bilangan oksidasi tanpa menyebutkan jumlah atom-atom, aturan IUPAC ditetapkan untuk penentuan nama senyawa-senyawa di atas sebagai berikut:
N2O     = nitrogen (I) oksida
NO      = nitrogen (II) oksida 
6.      Penerapan Larutan Elektrolit dan Redoks
Diantara penerapan konsep larutan elektrolit dan reaksi redoks antara lain dalam proses pembersihan air minum dari Lumpur dan kuman penyakit pada perusahaan air minum (PAM).
VI. Sumber/Alat Bantu
1.                                                            Sumber         :
-          Michael Purba. 2007. Kimia untuk SMA kelas X. Erlangga. Jakarta
2.      Alat bantu          : Carta bilangan oksidasi

VII. Metode/ Pendekatan
Pendekatan           : Pendekatan Konsep
Metode                  : Demonstrasi, diskusi informasi, dan tanya jawab

VIII.       Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
1.      Tatap muka
Kegiatan
Langkah-langkah
Alokasi Waktu
Awal

1.      Tadarus, Mencek kehadiran siswa, mengkondisikan agar siswa siap belajar.
2.      Menuliskan materi pokok dan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari (pada papan tulis atau media lainnya) tentang konsep oksidasi dan reduksi
3.      Mencek prasyarat tentang tatanama dan persamaan reaksi
4.      Motivasi : Pernahkan melihat permukaan apel yang sudah digigt atau diiris? Mengapa warna permukaan apel yang sudah digigit tersebut berubah menjadi kecoklatan? Apa yang terjadi?
10 menit
Inti
1.      Tahap Situasional
-          Penegasan kembali mengenai tujuan pembelajaran
-          Guru memberikan informasi mengenai konsep reduksi-oksidasi
-          Guru melakukan demonstrasi reaksi pembakaran pita magnesium
-          Pembagian kelompok, siswa dikelompokkan menjadi delapan kelompok
-          Pengkondisian siswa, instruksi pembelajaran, dan pembagian lembar kerja.
2.      Tahap eksplorasi
-          Siswa mendiskusikan lembar kerja secara berkelompok mengenai reaksi reduksi-oksidasi
3.      Tahap Elaborasi
-          Siswa  bekerja dalam kelompok, mengisi lembar kerja yang diberikan oleh guru
-          Tiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas.
-          Siswa dari kelompok lainnya menganalisa hasil  kerja kelompok yang dipresentasikan.
4.       Konfirmasi
-          Guru menjelaskan konsep redoks
-          Guru menjelaskan mengenai redoks berdasarkan penggabungan dan pelepasan oksigen
-          Guru menjelaskan mengenai redoks berdasarkan perubahan bilangan oksidasi
-          Siswa menyimak penjelasan guru
70 menit
Akhir
-          Guru memberi penguatan konsep tentang reaksi redoks
-          Guru dan siswa membuat kesimpulan tentang reaksi redoks
-          Siswa menuliskan hal yang penting
-          Siswa memperoleh tugas membuat laporan demonstrasi
-          Siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh guru
10
Kegiatan Mandiri Terstruktur
Membuat Laporan Demonstrasi
Pertemuan Ke-2
1.      Tatap muka
Kegiatan
Langkah-langkah
Alokasi Waktu
Awal

1.      Mencek kehadiran siswa, mengkondisikan agar siswa siap belajar.
2.      Menuliskan materi pokok dan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari (pada papan tulis atau media lainnya) tentang bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion
3.      Mencek prasyarat tentang tatanama, persamaan reaksi dan bilangan oksidasi
4.      Motivasi : Berapakah harga bilangan oksidasi atom H dan O dalam H2O
10 menit
Inti
1.      Tahap Situasional
-          Penegasan kembali mengenai tujuan pembelajaran
-          Guru menjelaskan mengenai bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion dan penentuan reduktor-oksidator.
-          Pembagian kelompok, siswa dikelompokkan menjadi delapan kelompok
-          Pengkondisian siswa dan instruksi pembelajaran
2.      Tahap eksplorasi
-          Siswa mengerjakan soal latihan secara berkelompok mengenai penentuan bilangan oksidasi atom unsure dalam senyawa atau ion
3.      Tahap Elaborasi
-          Siswa  bekerja dalam kelompok, mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru
-          Tiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas.
-          Siswa dari kelompok lainnya menganalisa hasil  kerja kelompok yang dipresentasikan.
4.      Tahap Konfirmasi
-            Siswa dari kelompok lainnya menganalisa hasil  kerja kelompok yang dipresentasikan.
70 menit
Akhir
-          Guru memberi penguatan konsep tentang penetuan reduktor dan oksidator
-          Guru dan siswa membuat simpulan tentang penentuan bilangan oksidasi
-          Siswa menuliskan hal yang penting
-          Siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh guru
10
Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur
·         Mengerjakan latihan soal bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion
Pertemuan Ke-3
1.      Tatap muka
Kegiatan
Langkah-langkah
Alokasi Waktu
Awal

1.         Mencek kehadiran siswa, mengkondisikan agar siswa siap belajar.
2.      Menuliskan materi pokok dan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari (pada papan tulis atau media lainnya) tentang tata nama IUPAC berdasarkan bilangan oksidasi
3.      Mencek prasyarat tentang tatanama, persamaan reaksi dan bilangan oksidasi
4.           Motivasi : Obat sakit maag mengandung Mg(OH)2. Apa nama senyawa tersebut?
10 menit
Inti
1.        Tahap Situasional
-          Penegasan kembali mengenai tujuan pembelajaran
-          Guru menjelaskan mengenai bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion dan penentuan reduktor-oksidator.
-          Pembagian kelompok, siswa dikelompokkan menjadi lima kelompok
-          Pengkondisian siswa dan instruksi pembelajaran
2.      Tahap eksplorasi
-          Siswa mengerjakan soal latihan secara berkelompok mengenai tata nama senyawa menurut IUPAC
3.      Tahap Elaborasi
-          Siswa  bekerja dalam kelompok, mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru
-          Tiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas.
-          Siswa dari kelompok lainnya menganalisa hasil  kerja kelompok yang dipresentasikan.
4.      Tahap Konfirmasi
-            Siswa dari kelompok lainnya menganalisa hasil  kerja kelompok yang dipresentasikan.
-             Guru menjelaskan tentang tata nama senyawa biner dan poliatomik menurut IUPAC
70 menit
Akhir
-          Guru memberi penguatan konsep tentang tata nama senyawa menurut IUPAC
-          Guru dan siswa membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari.
-          Siswa menuliskan hal yang penting
-          Siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh guru
10
Tugas Mandiri Terstruktur
·         Mengerjakan latihan soal dari LKS
Pertemuan Ke-4
1.      Tatap muka
Kegiatan
Langkah-langkah
Alokasi Waktu
Awal

1.         Mencek kehadiran siswa, mengkondisikan agar siswa siap belajar.
2.      Menuliskan materi pokok dan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari (pada papan tulis atau media lainnya) tentang aplikasi redoks dalam memecahkan masalah lingkungan
3.      Mencek prasyarat tentang tatanama, persamaan reaksi, bilangan oksidasi, oksidator dan reduktor.
4.           Motivasi : Bagaimanakah penerapan konsep larutan elektrolit dan reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari
10 menit
Inti
1.            Tahap Situasional
-          Penegasan kembali mengenai tujuan pembelajaran
-          Guru memberikan informasi mengenai aplikasi reaksi redoks dalam memecahkan masalah lingkungan
-          Pembagian kelompok, siswa dikelompokkan menjadi lima kelompok
-          Pengkondisian siswa dan instruksi pembelajaran
-          Masing-masing kelompok diberikan tugas untuk mendiskusikan aplikasi reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari
2.      Tahap eksplorasi
-          Siswa mengerjakan tugas secara berkelompok mengenai aplikasi redoks dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Tahap Elaborasi
-          Siswa  bekerja dalam kelompok, mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
-          Tiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas.
-          Siswa dari kelompok lainnya menganalisa hasil  kerja kelompok yang dipresentasikan.
4.      Tahap Konfirmasi
-            Siswa dari kelompok lainnya menganalisa hasil  kerja kelompok yang dipresentasikan.
70 menit
Akhir
-          Guru memberi penguatan konsep tentang aplikasi redoks dalam kehidupan sehari-hari
-          Guru dan siswa membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari.
-          Siswa menuliskan hal yang penting
-          Siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh guru
10
Tugas Mandiri Terstruktur
·         Mengerjakan LKS
IX.  Penilaian
1.                                                          Prosedur penilaian
1.1      Penilaian Kognitif
Jenis                   : Tes Tulis
Bentuk               : Uraian
1.2     Penilaian Afektif
Bentuk               : Lembar pengamatan sikap siswa
2        Instrumen Penilaian
 Penilaian Kognitif
No
Soal
Jenjang
Skor
1.















2.













3.











4.  
Apa yang dimaksud dengan reaksi redoks, Berdasarkan:
a.       Pelepasan dan penggabungan oksigen
b.      Serah terima elektron
c.       Perubahan biloks.
Jawab :
a.        Reaksi oksidasi adalah reaksi penggabungan oksigen dari suatu zat yang mengandung oksigen. Sedagkan reaksi reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen dari suatu zat yang mengandung oksigen
b.       Reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron, sedangkan reaksi reduksi adalah reaksi penangkapan oksigen.
c.        Reaksi oksidasi adalah reaksi kenaikan harga biloks, sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi penurunan harga biloks.

Tentukan biloks unsur C dan Fe dari senyawa berikut:
a. CH4      b. Fe2O3
jawaban:
a.        CH4: biloks H             = +1
      Biloks CH4                 = 0
       Biloks C + 4.biloks H = 0
      Biloks C + 4. (+1)       =  0
      Biloks C                      = -4
b.       Fe2O3 : biloks O               = -2
       Biloks Fe2O3                   = 0
       2.Biloks Fe + 3. biloks O = 0
       2.Biloks Fe + 3. (-2)        = 0
       2.Biloks Fe                      = +6
       Biloks Fe                        = +3
Tentukan reduktor, oksidator, hasil oksidasi dan hasil reduksi pada reaksi berikut ini!
CuO(s) + H2(g) → Cu (s) + H2O(g)
Jawab :
+2           0             0        +1
CuO(s) + H2(g) → Cu (s) + H2O(g)

Reduksi                          oksidasi
Reduktor adalah H2
Oksidator adalah CuO
Hasil oksidasi adalah H2O
Hasil reduksi adalah Cu
Tuliskan nama IUPAC senyawa berikut!
a.       CuO
b.      FeSO4
c.       N2O
d.      P2O5
Jawab :
a.       Tembaga (II) oksida
b.      Besi (II) sulfat
c.       Nitrogen (I) oksida
d.      Fosforus (V) oksida
C1















C2













C2











C1
20















30




















30
















20


 Penilaian Afektif

No
Aspek afektif yang dinilai
Skor
1
2
3
4
5
1.
Kemampuan menanggapi permasalahan yang diajukan guru





2.
Kemampuan bertanya dan menyusun pertanyaan





3.
Kemampuan menjawab pertanyaan yang diajukan guru





Skor mak= 15
Keterangan:
10 – 15           = baik sekali (A)
5 – 10             = baik (B)
1 – 5               = jelek (C)


Bandung,   Oktober 2010
Guru pamong,                                                                         Praktikan,

1 komentar:

komentar anda membantu memperbaiki kualitas blog ini.
thanks