Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI IPA/I
Materi Pokok : Struktur Atom
Alokasi Waktu : 2 x pertemuan (4 x 45 menit)
I.
Standar Kompetensi
Memahami struktur atom untuk
meramalkan sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul dan sifat-sifat senyawa
II.
Kompetensi Dasar
Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika
kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta
menentukan letak unsur dalam tabel periodik
III. Indikator
Pertemuan ke-1 :
1. Menjelaskan teori atom Bohr
2. Memahami dasar-dasar teori atom
modern (mekanika kuantum)
Pertemuan ke-2 :
3. Menentukan bilangan kuantum suatu
unsur
4. Menggambarkan diagram orbital suatu unsur
IV. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan ke-1 :
1. Siswa dapat menjelaskan teori atom
Bohr
2. Siswa dapat memahami dasar-dasar
teori atom modern (mekanika kuantum)
Pertemuan ke-2 :
3. Siswa dapat menentukan bilangan
kuantum suatu unsur
4. Siswa dapat menggambarkan diagram
orbital suatu unsur
V.
Materi Pokok Pembelajaran
Pertemuan ke-1 :
Pada tahun 1913 Niels
Bohr mengajukan model atom yang didasarkan atas teori kuantum yang menunjukkan
bahwa elektron dalam atom hanya dapat beredar pada lintasan-lintasan
(orbit/kulit elektron) dengan tingkat energi tertentu. Secara gemilang ia
berhasil menjelaskan spektrum atom hidrogen, tetapi teori ini tidak cocok untuk
atom berelektron banyak. Pada perkembangan selanjutnya, hipotesis Louis de
Broglie dan azas ketidakpastian Werner Heisenberg merupakan tahap penting
kearah penemuan teori atom modern, yaitu teori atom mekanika kuantum yang
dikemukan Erwin Scrodinger pada tahun 1926. Dalam teori atom modern, posisi
elektron tidak dipastikan, yang ada hanya daerah dengan peluang terbesar
menemukan elektron, yang disebut orbital.
Pertemuan ke-2 :
Suatu orbital dinyatakan
dengan tiga bilangan kuantum, yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangan
kuantum azimuth (l) dan bilangan kuantum magnetik (m). Sedangkan perputaran
sumbu elektron dalam orbital dinyatakan dengan bilangan kuantum spin (s),
sehingga setiap elektron suatu atom mempunyai empat bilangan kuantum yang
berbeda dengan elektron atom lain.
VI. Sumber / Alat Bantu
1. Sumber :
a. Buku Kimia untuk SMA kelas XI
karangan Michael Purba penerbit Erlangga tahun 2007 halaman 2-17
b. LKS Kimia kelas XI semester 1 untuk
SMA/MA Graha Pustaka Jakarta tahun 2008 halaman 1-8
c. Ensiklopedia Ilmu dalam Al-Qur’an
karangan Aflazur Rahman penerbit PT Mizan Pustaka Bandung tahun 2007 halaman 356-361
2. Alat Bantu : charta gambar bentuk-bentuk orbital
VII. Metode / Pendekatan
1. Metode : Diskusi Kelompok dan tanya jawab
2. Pendekatan : CTL (Contextual Teaching and Learning)
VIII. Langkah-langkah Kegiatan
Pembelajaran
1. Tatap Muka
Rincian
Kegiatan
|
Waktu
|
Pertemuan ke-1 :
a.
Pendahuluan (Apersepsi)
·
Prasyarat Pengetahuan :
Siswa
diingatkan tentang teori atom Dalton, Thomson
dan Rutherford (materi kelas X)
·
Motivasi
Kenapa elektron yang
bermuatan negatif tidak jatuh pada inti atom yang bermuatan positif pada saat
elektron mengelilingi inti atom ?
b.
Kegiatan Inti
Tahap
eksplorasi
·
Siswa membentuk kelompok heterogen gender, etnis dan prestasi
dibimbing guru
·
Siswa menyimak dan mendiskusikan mengenai teori atom Bohr
·
Siswa mendiskusikan kelemahan dari teori atom Bohr
·
Siswa mendiskusikan dasar-dasar teori atom modern
Tahap elaborsi
·
Siswa membandingkan teori atom Bohr yang berbeda dengan teori atom
Modern dan membahasnya bersama guru
Tahap konfirmasi
·
Dengan
bimbingan guru siswa
menyimpulkan mengenai teori atom Bohr dan teori atom modern
c. Penutup
·
Mengerjakan
efaluasi baik secara lisan atau tulisan
·
dan dengan bimbingan guru bersama-sama merefleksikan ayat suci
Al-qur’an yang berkaitan dengan teori atom
Pertemuan ke-2 :
a. Pendahuluan (Apersepsi)
·
Prasyarat Pengetahuan :
Siswa
diingatkan tentang teori atom modern
·
Motivasi
Apakah setiap elektron
mempunyai tingkat energi yang sama ?
b. Kegiatan Inti
Eksplorasi
·
Siswa menyimak dan mendiskusikan mengenai tingkat energi elektron yang
dinyatakan dengan bilangan kuantum
·
Siswa mendiskusikan tentang penentuan bilangan kuantum suatu atom
unsur
Tahap Elaborasi
·
Siswa latihan menentukan ke-4 bialngan kuantum suatu atom unsur dan
membahasnya bersama guru
Tahap Konfirmasi
·
Guru
meluruskan konsep penentuan bilangan kuantum yang telah dipelasjari siswa.
c. Penutup
·
Siswa mengerjakan kuis yang diberikan guru
|
5’
5’
5’
15’
10’
10’
5’
5’
10’
10’
5’
20’
|
2. Tugas Mandiri Terstruktur
Diakhir pertemuan ke-3, untuk
pertemuan selanjutnya, siswa ditugaskan menuliskan konfigurasi elektron dari
atom Magnesium dan Besi
3. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur
Siswa mencari informasi dari
berbagai sumber tentang perkembangan teori atom terkini
IX. Penilaian
1. Prosedur Penilaian : Kuis
2. Instrumen Penilaian :
PILIHLAH
SATU JAWABAN YANG
PALING TEPAT !
Ø Dari modifikasi model
atom di bawah ini, yang merupakan model atom Bohr adalah :
|
|
Jawab : E
Ø Teori yang menjadi
dasar timbulnya model atom modern adalah
teori ….
A. Rutherford, Niels Bohr dan de Broglie
B. Pauli, Niels Bohr dan de
Broglie
C.
Rutherford, de Broglie dan Hund Kunci Jawaban : D
D. de Broglie, Schrodinger
dan Heisenberg
E. Dalton, de Broglie dan Heisenberg
Ø Harga keempat bilangan
kuantum terakhir dari atom S yang mempunyai nomor atom 16 adalah ….
- n = 2 ; l = 0 ; m = 0 ; s = -½ C. n = 3 ; l = 1 ; m = 0 ; s = -½
- n = 3 ; l = 1 ; m = 0 ; s = +½ E. n = 3 ; l = 1 ; m = -1 ; s = -½
- n = 3 ; l = 1 ; m = +1 ; s = +½
Kunci Jawaban : E
Jumlah orbital yang terdapat pada sub kulit p
adalah :
a. 2 B.
3 C. 4 D. 5 E. 6
Kunci Jawaban : B
JAWABLAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS !
Jelaskan kelemahan masing-masing teori atom
Dalton, JJ. Thomson, Rutherford, dan Bohr sehingga muncul teori atom modern !
Kunci Jawaban :
Dalton : pernyataan bahwa atom
tidak dapat dipecah lagi (teori ke-1) tidak terbukti (Skor 3)
JJ. Thomson : muatan negatif tidak menempel
(bersatu) dengan muatan positif (Skor
3)
Rutherford : Elektron tidak bergerak pada
tempat yang tetap diluar inti atom (Skor
3)
Bohr : posisi elektron pada kulit atom tidak
dapat ditentukan dengan pasti (Skor
3)
3. Pedoman Penilaian :
Skor PG : untuk jawaban benar skor maksimal 2,
jumlah skor maksimal 4 X 2 = 8
Skor Essay : untuk jawaban benar (sama arti
dengan kata kunci) skor maksimal 12
Total Skor Maksimal : 20
Nilai Maksimal : 20/2 = 10




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar anda membantu memperbaiki kualitas blog ini.
thanks